Jakarta (06/6) -- Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Masmun Yan Manggesa memimpin Forum Group Disscusion (FGD) mengenai “Membangun Sistem Peringatan Dini Bencana”. FGD yang dihadiri oleh Kemendagri, Kemen PU & PERA, Kementerian LHK, BMKG, BNPB, BPPT dan K/L terkait lainnya dilaksanakan di ruang rapat lt.3 Kemenko PMK.
Diadakannya FGD ini bertujuan untuk menginventarisasi program-program pengurangan resiko bencana terutama peningkatan kapasitas penanggulangan bencana dan juga sinkronisasi antar K/L yang terkait terhadap sistem peringatan dini bencana.
Diperlukannya sistem peringatan dini ini karena berdasarkan indeks resiko bencana pada tahun 2013, Indonesia merupakan negara dengan resiko bencana yang tinggi yaitu sebesar 156.3. Dan diharapkan pada tahun 2019 turun menjadi 132.9 (sedang). Target itu merupakan implementasi dari RPJMN 2015-2019 dimana telah ditetapkan sebanyak 136 kabupaten/kota dengan indeks resiko tinggi dan sedang menjadi prioritas pengurangan resiko bencana.
Untuk menurunkan indeks resiko bencana diperlukan peningkatan kapasitas dalam penanggulangan bencana yang berupa sistem peringatan dini yang efektif. Sistem peringatan dini yang penting untuk efektif agar pengambilan tindakan cepat dan tepat dalam rangka mengurangi resiko terkena bencana.
Dalam akhir diskusi Masmun mengharapkan terwujudnya sistem peringatan dini yang efektif sehingga semakin menurun indeks resiko bencana, seperti halnya Jepang dalam menagani bencana. “Sistem ini kita harus wujudkan, kita upayakan dimasa depan. Sehingga paling tidak kita melihat Jepang dalam menangani bencana itu”, tutupnya.
Editor: Deni A. Malik
Reporter/Fotografer: Tri Wahyu, S.
Kategori: