Merauke, Papua (25/10)--- Setelah awal Oktober lalu resmi dimulai di Tapanuli Utara, Sumut, Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) hari ini kembali digelar di Kab Merauke, Papua. Kegiatan ini merupakan hasil inisiasi dari kerja koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian Kemenko PMK bersama Kemenko Maritim, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Merauke serta Dinas Lingkungan Hidup Kab Merauke. Kegiatan yang berpusat di Aula Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua, ini dibuka oleh Sekda Kab Merauke, Daniel Pauta, yang mewakili Bupati Merauke. Acara pembukaan GBBS ini dihadiri pula oleh Anggota DPRD Kab Merauke, jajaran SKPD se-Kab Merauke, Perwakilan Rektorat Universitas Negeri Musamus Merauke, para kepala distrik, para siswa sekolah se-Kab Merauke, para guru sekolah, anggota komunitas dan relawan serta media massa.
Kemenko PMK, melalui Asisten Deputi Warisan Budaya, Pamuji Lestari, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa GBBS ini mengambil bagian dari rangkaian kegiatan Ekspedisi NKRI 2017 dan Ekspedisi Bhakti PMK 2017. “Merauke dipilih dari 415 kabupaten yang ada di Indonesia. Suatu hal yang membanggakan tentunya mengingat Merauke sebagai wilayah paling timur Indonesia telah terpilih sebagai pusat kegiatan GBBS ini. Kami percaya Masyarakat Merauke punya keramahan khas dan kebaikan hati kepada para pendatang,” papar Pamuji. “Saya mengajak adik-adik sekolah yang hadir hari ini dan Masyarakat Merauke pada umumnya untuk terus jaga kebersihan dan selalu tersenyum. Kami titipkan Merauke agar dampak dari kegiatan ini terus berlanjut.”
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental ini disambut dengan baik dan antusias baik oleh Jajaran SKPD Pemkab Merauke maupun peserta kegiatan yang merupakan siswa-siswa sekolah se-Kab Merauke. “GBBS di Kab Merauke merupakan upaya penting dalam rangka mendorong sektor pariwisata karena kami ingin makin banyak orang yang berkunjung ke Merauke ini. GBBS hadir untuk membiasakan kami untuk tersenyun dan menjaga kebersihan, suatu budaya baru yang akan sangat baik dan bermanfaat bagi kami Masyarakat Merauke,” papar Sekda Kab Merauke, Daniel Pauta yang hadir mewakili Bupati Merauke. “GBBS akan kami gunakan sebagai gerakan bersama untuk mengangkat sektor pariwisata, apalagi kami juga sedang berusaha keras merebut Piala Adipura, mewujudkan Merauke Bebas Sampah, dan tentunya turut berpartisipasi menyukseskan Pekan Olahraga (PON) 2020 di Papua.”
Sebelum kegiatan yang dimulai pada Rabu pagi hingga mala mini, Tim GBBS Kemenko PMK melakukan berbagai persiapan yang dipusatkan di Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kab Merauke selaku Panitia Daerah. GBBS 2017 di Kab Merauke dimulai dari aksi bersih lingkungan sepanjang dua kilometer di sepanjang jalan dari lokasi acara. Kegiatan lalu berlanjut dengan pembukaan, pentas seni, aksi tanam pohon, penyerahan atribut GBBS secara simbolis kepada Sekda Kab Merauke. Acara juga diisi dengan sosialisasi Gerakan Nasional Revolusi Mental oleh Kemenko PMK dan Gerakan “Save Our Seas” oleh Kemenko Maritim serta paparan tentang pengelolaan sampah oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Acara yang meriah ini juga diisi oleh lomba yel-yel dan kuis yang berhadiah cendera mata khas Revolusi Mental. Tampil sebagai juara lomba yel-yel SMP Negeri Buti (Juara I); SMA KPG (Juara II); dan SD YPPK Bianco (Juara III). Dalam acara ini juga diberikan bantuan alat-alat kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran; dan bantuan 1000 pasang seragam sekolah dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran kepada sekolah-sekolah yang tergolong tidak mampu. Acara ditutup pada Rabu malam lalu Masyarakat Merauke diajak nonton bareng film berjudul “Sekolah Rimba” dan “Garuda 19” yang khusus digelar oleh Kemendikbud. (IN)
Kategori:
