Bengkulu (27/6) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menggelar aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental yang ditujukan untuk anggota Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) di Bengkulu, Kamis (28/6).
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK Sonny Harry B. Harmadi dalam sambutannya menekankan bahwa Gerakan Nasional Revolusi Mental membutuhkan keteladanan dan kepemimpinan. Kepemimpinan pemerintah yang ditunjukan dengan membangun pelayanan publik yang semakin baik.
"Hal ini sebagai langkah nyata pemerintah menunjukan komitmen praktik Revolusi Mental," ujarnya.
Sonny mengingatkan agar Korpri segera menyusun rencana aksi pembinaan aparatur sipil negara (ASN) untuk membentuk ASN yang berintegritas, beretos kerja, dan bergotong royong sehingga perubahan untuk memberikan pelayanan publik yang nyaman dan andal dapat dinikmati oleh rakyat.
Lebih lanjut, menurutnya, perubahan dari hal negatif menjadi positif tidak dapat terjadi dengan sendirinya. Diperlukan komitmen dari semua pihak terutama seluruh ASN untuk dapat menjalankan nilai perubahan yang positif.
"Jadilah agen perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Praktikkan perilaku yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, kerja keras, optimis, kerja bersama, toleransi, dan memperkuat ke-bhinneka tunggal ika-an Indonesia", tegas Sonny.
Untuk diketahui, acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Provinsi Bengkulu Nopian Andusti. Best practices aksi nyata Revolusi Mental disampaikan oleh Wakil Bupati Kepahiang Netty Herawati. Hadir dalam Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental kali ini Ketua Dewan Pengurus KORPRI Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Regional BKN Palembang, dan para pejabat dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota Bengkulu dan jajaran KORPRI Provinsi Sumatera Selatan.
Editor : Puput
Kategori:

