Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on May 03, 2019

Surakarta (02/05) – Kemenko PMK menggelar forum diskusi  nasional GNRM untuk kemandirian anak penyandang disabilitas, di Pendhapi Gede Walikota Surakarta, Jawa Tengah. Forum ini merupakan ruang dan apresiasi bagi anak berkebutuhan khusus dengan segala kemampuan istimewanya, serta melakukan sinkronisasi dan sinergitas kebijakan pembangunan manusia menuju generasi emas 2045 melalui perwujudan kemandirian disabilitas.

Acara ini diikuti oleh 600 peserta yang merupakan perwakilan dari Organisai Perangkat Daerah (OPD) terkait se-indonesia, organisasi kemasyarakatan peduli anak, organisasi keagamaan, akademisi, anak-anak penyandang disabilitas beserta pendampingnya dari kota Surakarta dan kabupaten sekitarnya termasuk Provinsi Jawa Tengah.  Plt Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra, berkesempatan membuka kegiatan ini. 

Dalam sambutanya, Ghafur mengatakan bahwa acara ini sejalan dengan nilai-nilai revolusi mental, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong yang diimplementasikan dalam bentuk semangat kepedulian terhadap disabilitas. Untuk itu, dalam mewujudkan kehidupan yang inklusif bagi disabilitas diperlukan perubahan cultural melalui GNRM dalam bentuk edukasi tentang isu disabilitas. Karena penyandang disabilitas, utamanya anak-anak merupakan bagian yang tak dapat dipisahkan dari generasi emas Indonesia 2045.

“ Mereka adalah anak-anak yang berhak mendapatkan hak perlindungan sebagai warga Negara Indonesia. Dan juga sebagai pribadi individu yang memiliki kemampuan spesial, istimewa dan berbakat.oleh karena itu, mereka harus tumbuh dan berkembang serta terus belajar agar kelak bisa menjadi orang yang sukses tanpa diskriminasi ,“ ujar Ghafur. Ditambahkannya, penyandang disabilitas bukan sekedar penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pelaku aktif pembangunan dan keterlibatan mereka dapat menciptakan peluang bagi setiap orang .

Kemenko PMK berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat memberikan ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas dalam proses pembangunan manusia. Selain itu,  membuka akses layanan dasar contohnya pendidikan dan kesehatan bagi disabilitas untuk membangun penerimaan sosial dan menghilangkan stigma, Membangun kebijakan publik yang iklusif dan berkelanjutan untuk memastikan tidak ada satu orangpun yang tertinggal, serta  mempererat kerjasama antar daerah untuk bisa bertukar informasi, pengetahuan dan pengalaman tentang implementasi pembangunan inklusif. 

Diakhir penutupnya, Ghafur mengharapkan semoga forum diskusi ini dapat memberikan tempat dan wahana apresiasi bagi anak penyandang disabilitas, dan masyarakat inklusi di daerah untuk menunjukkan kemampuan dan kapasitas diri mereka, serta sebagai sarana dialogis bagi masyarakat untuk berbagi pengalaman menuju terwujudnya Kemampuan disabilitas yang seutuhnya.

Walikota Surakarta, FX Hady Rudyatmo,Pemerintah Surakarta menyambut baik forum diskusi GNRM kemandirian anak-anak disabilitas hari ini. Surakarta adalah kota ramah disabilitas dengan adanya pusat layanan autis gratis bagi anak-anak penyandang disabilitas. Karena itu, Rudyatmo mengatakan bahwa anak-anak disabilitas mempunyai hak perlindungan, pengasuhan yang sehat, pendidikan serta kesehatan dalam mewujudkan pembangunan manusia Indonesia.

Setelah acara Forum diskusi, Kemenko PMK meninjau UPT Pusat Pelayanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif Dinas Pendidikan Surakarta. Hadir dalam acara forum diskusi GNRM, Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak Kemenko PMK, Marwan Syaukani, Deputi Perlindungan Anak Kementerian KPPA, Nahar, Gugus Tugas Nasional GNRM, Akhmad Muklis Yusuf

Kategori: