Jakarta (20/2) – Plt. Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK RI), Ghafur Dharmaputra, rabu pagi memimpin rapat koordinasi sinkronisasi program dan kegiatan K/L dalam rangka untuk memperkuat peran keluarga dalam pencegahan menjadi anak jalanan dan anak terlantar, di salah satu hotel di kawasan Pasar Baru, Jakarta.
Tujuan dari rakor tersebut adalah untuk mengevaluasi capaian gerakan sosial menuju bebas anak jalanan, serta mensinkronkan program dan kegiatan K/L terkait penanganan anak jalanan di tahun 2019. Dalam paparanya, Ghafur menjelaskan data penanganan anak jalanan. Dari data tahun 2015, tercatat 33.400 anak jalanan, sedangkan pada tahun 2018 tercatat 16.250 anak jalanan. Adapun penyebab banyaknya anak jalanan di Indonesia diantaranya anak tidak melanjutkan sekolah dengan alasan tidak ada biaya, ingin membantu orang tua dan memilih pendidikan non formal.
Untuk itu, K/L agar bisa mengalokasikan anggaran terakit dengan penanganan anak-anak jalanan, dan bagaimana mengintegrasikan anak-anak jalanan di kehidupan bermasyarakat sehingga bisa memberikan kontribusi, karena dari SDGs kita harus bisa merangkul anak jalanan dan anak jalanan bisa berkontribusi.
“ Saya berharap K/L bisa berkolaborasi untuk bersama-sama berkontribusi mengurangi anak jalanan sehingga indonesia kedepanya bebas anak jalanan ,” tambah Ghafur.
Sementara itu, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Edi Suhartono, mengatakan, pihaknya menyelenggarakan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus yang disebut dengan Progresa (Program Rehabilitasi Sosial Anak). Progresa merupakan adalah upaya yang holistik, sistematik dan terstandar yang dilakukan pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat dalam bentuk rehabilitasi sosial dasar dan rehabilitasi sosial lanjut. Progresa diharapkan bisa menjangkau seluruh anak yang mengalami masalah sosial sehingga mereka dapat menikmati kehidupan dan berada dalam lingkungan pengasuhan yang memungkinkannya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai potensinya.
Pada tahun 2019 pemerintah akan melakukan program penanganan anak jalanan yang diantaranya program bantu anak kepada 6000 anak jalanan, mensosialisasikan program progresa kepada anak jalanan, rakor lintas K/L dalam penanganan anak jalanan, mengimplementasikan gerakan sosial Indonesia bebas anak jalanan, serta program gebyar ceria anak Indonesia yang diikuti 1000 anak.
Turut hadir dalam rakor tersebut perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, BKKBN, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Dinas Sosial DKI Jakarta, Forum Rumah Singgah Jakarta, Pondok Kasih, Plan International Jakarta, Dompet Dhuafa, serta ISCO Foundation serta Yayasan Kampus Diakoeia Modern.
Foto & Reporter : Anggun Wahyu
Editor : Ponco Suharyanto
Kategori:
