Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on January 31, 2020

Foto : 

  • Rendy

Jakarta (31/1) - Sebanyak 16 negara telah mengumumkan kasus positif infeksi Novel Coronavirus (2019 n-Cov) yang telah mengakibatkan kematian pada 132 penderitanya (per 28 Januari 2020). Virus itu muncul pertama kali di Wuhan yang merupakan ibukota Provinsi Hubei dengan jumlah populasi sekitar 60 juta jiwa.

Guna mengantisipasi penyebaran coronajenis baru tesebut di Indonesia, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembanguna Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat. Meskipun, tegasnya, sampi hari ini belum ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang terinfeksi coronavirus.

"Meningkatkan perilaku hidup sehat adalah kunci utama mencegah virus masuk. Imunitas harus dijaga. Olahraga harus teratur dan istirahat perlu dijaga," ujarnya saat menjadi narasumber diskusi media Forum Merdeka Barat 9 bertema Antisipasi Penyebaran Coronavirus yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) (30/01). Pun, menurut Agus, jika memang ada WNI yang terjangkit coronavirus, seyogianya dapat diselesaikan terlebih dahulu melalui prosedur di Cina. Setelah kondisinya membaik, baru dilakukan evakuasi ke Indonesia.

"Pemerintah sangat peduli terhadap kesehatan WNI kita yang terdampak. Pemerintah berkomitmen dan mencoba memberikan yang terbaik sehingga mereka bisa kembali ke keluarga mereka dalam kondisi yang lebih baik", ucapnya. Sesuai Inpres No. 4/2019, Kemenko PMK juga telah mengambil peran dalam meningkatkan kapasitas kementerian/lembaga di bawah koordinasinya untuk mencegah, mendeteksi dan merespon kejadian yang berpotensi menyebabkan kedaruratan kesehatan tersebut.

Pada kesempatan itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah melaporkan sebanyak 243 WNI yang berada di Kota Wuhan saat ini terpenuhi kebutuhan pokoknya sehingga diharapkan mereka tetap terjaga kesehatannya, hingga pemerintah melakukan evakuasi. "Pemberian logistik dalam bentuk kebutuhan pokok dan kompensasi dalam bentuk uang juga sudah diberikan kepada WNI yang berada di sana," imbuhnya.

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian Ditjen Imigrasi Kemenkumham Cucu Koswala menyatakan pihaknya baru akan mengizinkan orang asing masuk ke Indonesia setelah dipastikan bebas coronavirus usai diperiksa dan dikarantina oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebagaimana diketahui, Kementerian Perhubungan telah secara tegas menghentikan penerbangan dari dan ke Wuhan. Kantor Kesehatan Pelabuhan yang sudah memiliki SOP untuk pencegahan wabah virus pun disiapkan di 8 Bandara Internasional, yaitu Bandara Kualanamu, Batam, Jakarta, Solo, Semarang, Bali, Makassar, Manado dan Papua.

Menurut Direktur Keamanan Penerbangan Udara Muhammad Alwi, di seluruh bandara tersebut juga sudah dipasang thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh warga negara asing yang akan masuk ke Indonesia. "Kementerian Perhubungan juga memberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan pada penumpang di pesawat untuk mengawasi kondisi kesehatan WNI yang baru saja pulang dari luar negeri," terangnya. 

Sementara, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyebut bahwa evakuasi adalah sebuah opsi yang sedang dipikirkan dan disiapkan oleh Pemerintah Indonesia.  Kalau pun evakuasi akan dilakukan dalam waktu dekat, perlu dilakukan karantina terhadap WNI yang akan dievakuasi.

Kategori: 

Reporter: 

  • Olivia Christine P