Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on September 20, 2019

Jakarta (19/08) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan rapat koordinasi (rakor) tindak lanjut pelaksanaan size 2.0 di Jakarta. Rakor dipimpin langsung oleh  Asisten Deputi (Asdep) Bidang Ketahanan Gizi, KIA, dan Kesehatan Lingkungan Kemenko PMK, Meida Octarina.

Rakor ini merupakan upaya penguatan deteksi dini wabah zoonosis atau penyakit infeksi emerging dengan menggunakan Size 2.0, yang merupakan sistem informasi terintegrasi lintas sektor dengan pendekatan one health. "Diperlukannya adanya koordinator terkait perkembangan sistem aplikasi size 2.0 kedepanya dan koordinator pembinaan dan pengawasan implementasi sistem size 2.0 di daerah," kata Meida.

Lebih lanjut dalam paparanya Meida mengatakan, bahwa ada tiga hal maksud dan tujuan dari rakor pada pagi hari ini, yakni adanya kebijakan dan strategi pelaksanaan size 2.0 oleh kementerian pertanian, adanya kebijakan strategi tindak lanjut pengelola size 2.0 serta kebijakan strategi pembinaan dan pengawasan implementasi pengembangan size 2.0 di daerah. 

" Ada empat tujuan pengembangan size 2.0 yaitu, (1) menguatkan kapasitas negara dalam peringatan dini, pengurangan resiko, dan manajemen resiko kesehatan Nasional dan global, (2) menyelenggarakan upaya dalam mencegah mendeteksi dan merespon wabah penyakit (3) memenuhi kewajiban negara dalam mencegah mendeteksi dan merespon ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat (4) sebagai tool dalam menyelenggarakan pelayanan dasar untuk bencana non alam bagi seluruh penduduk " Jelas Meida. 

Lebih lanjut, pengembangan sistem size 2.0 ini telah dilakukan sepanjang tahun 2018 dan di awal 2019, yang melibatkan kementerian kesehatan, kementerian lingkungan hidup dan kehutanan, neonet BPPT,  Kemenko PMK, serta Mitra internasional seperti FAO, WHO, serta P&R USSAID. 

Kesimpulan dari rapat ini adalah bahwa size 2.0 bermanfaat bagi birokrat di Pusat dan Daerah sebagai alat sharing informasi, klarifikasi dan koordinasi terhadap respon permasalahan zoonosis.

Kategori: