Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 26, 2014

Jakarta, 26 September  - Jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan dari Makkah ke Padang Arafah pada Kamis 2 Oktober (satu hari menjelang puncak haji/wukuf) dalam tiga gelombang.

"Gelombang pertama 08.00-12.00," kata Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis, seperti dirilis situs Antaranews.com, usai rapat koordinasi penyelenggaraan haji, Kamis (25/9/2014) di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja, Mekkah.

Hadir pada rapat itu antara lain Dubes RI untuk Arab Saudi AM Fachir, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Konjen RI di Jeddah Darmakirti Syailendra, dan Ketua Daker Mekkah Endang Jumali.

Tahap selanjutnya adalah pukul 12.00-18.00 dan selanjutnya 18.00 sampai selesai. "Diharapkan sebelum tengah malam sudah sampai Arafah," kata Sri Ilham.

Ia mengatakan satu maktab (sekitar 3.000 sampai 4.000 jamaah) akan dilayani oleh sejumlah bus yang bolak balik tiga kali putaran. Jarak antara Mekkah ke Arafah sekitar 24.8 kilometer. Indonesia sendiri terdiri dari 52 maktab.

Selain itu, katanya, juga sudah disiapkan transportasi bagi jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah, dan selanjutnya menuju Mina.

Dalam prosesi haji, pada tanggal 8 Zulhijah atau 2 Oktober (Kamis) seluruh jamaah diberangkatkan dari Mekkah ke Arafah.

Keesokan harinya (9 Zulhijah atau 3 Oktober) jamaah melakukan wukuf. Setelah waktu Magrib, jamaah bergerak ke Muzdalifah untuk bermalam. Bagi jamaah Indonesia disarankan bergerak dari Muzdalifah ke Mina setelah tengah malam untuk selanjutnya melempar jumrah di Mina.

Mengenai jamaah yang safari wukuf (sakit sehingga harus wukuf dengan menggunakan kendaran), Sri Ilham mengatakan, jumlah bus tergantung dengan jumlah jamaah yang sakit.

Mengenai jamaah yang akan safari wukuf, katanya, dikonsultasikan dengan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). "Tahun lalu disiapkan bus," kata Sri Ilham. 

Petugas embarkasi Surabaya temukan 24 koper jamu dan rokok

Sementara itu, petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menemukan 24 koper besar (32 kilogram) milik calon haji dari Kloter 61 asal Kabupaten Bangkalan, Madura, yang berisi jamu, rokok, dan ikan asin.

"Saya cuma bawa empat pak (80 bungkus), tapi barangnya bukan milik saya, karena barang titipan teman untuk disampaikan kepada saudaranya di Tanah Suci," kata calon haji Bangkalan, Munati,Kamis (25/9/2014) di Surabaya.

Ditemui saat kedatangan 445 calon haji Kloter 61 dari Bangkalan yang masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada pukul 16.00 WIB, ia mengaku tiga temannya juga mendapatkan titipan empat pak jamu merek yang sama dalam setiap koper yakni jamu Sehat Wanita.

Senada dengan itu, Lika menyatakan dirinya juga mendapatkan titipan berupa jamu dalam satu koper. "Itu titipan teman untuk dikirimkan kepada anaknya di sana (Tanah Suci), tapi saya tidak tahu isinya, saya hanya membantu," katanya.

Ditanya tentang baju dan perlengkapan pribadinya, ia mengaku dirinya mengalah dengan menyimpan baju dan perlengkapan pribadinya dalam tas tenteng.

Lain halnya dengan Mutimmah yang juga ketahuan membawa 13 slop rokok. "Itu titipan teman," katanya kepada petugas yang memperbolehkan dirinya untuk membawa maksimal dua slop rokok saja.

Tidak jauh berbeda dengan Massidah yang menerima titipan delapan slop rokok dan tiga dos besar berisi jamu Madura "Mustika Madu".

Sementara itu, pasangan suami-istri dari Bangkalan juga ketahuan membawa ikan asin dan terasi dalam satu koper, sehingga koper miliknya melebihi berat 32 kilogram menjadi 37 kilogram.

Sebatas Kepentingan Pribadi

Menanggapi kejadian itu, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya HM Sakur mengatakan 24 koper itu beratnya melebihi ketentuan maksimal 32 kilogram.

"Kami juga mencurigai isi di dalamnya berupa barang terlarang atau ada juga yang tidak terlarang tapi jumlahnya melebihi ketentuan," katanya didampingi wakil sekretaris HM Sutarno P dan staf Humas Bagus Boediman.

Menurut Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jatim itu, jamu, ikan asin, atau terasi itu dilarang untuk dibawa, karena bau yang menyengat

"Itu aturan penerbangan yang berlaku secara internasional, bahkan durian pun dilarang, karena bau yang menyengat itu, sedangkan rokok sebenarnya tidak dilarang tapi dibatasi maksimal 200 batang atau sebatas kepentingan pribadi," katanya.

Ada juga calon haji yang membawa ikan asin dan terasi dalam koper besar miliknya, sehingga baunya tetap menyengat, meski sudah dilapisi plastik.

Ia mengatakan ada juga satu koper besar yang semua isinya merupakan rokok yang dibungkus dengan kain batik Madura.

"Mungkin saja, semua barang itu untuk keluarganya di Tanah Suci, karena di sana memang banyak mukimin asal Madura, tapi aturan penerbangan itu berlaku internasional," katanya.

Oleh karena itu, ia mengatakan semua barang yang disita akan diserahkan kepada petugas daerah untuk dibawa ke Kantor Kemenag di daerah masing-masing agar bisa diambil keluarga yang bersangkutan. (Ant/Gs).