Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 19, 2014

Jakarta, 19 September  - Sejumlah jamaah haji Indonesia yang ditanya mengenai penginapan dan transportasi di Makkah menyatakan puas. 

 

"Transportasi bagus tidak berdesakan," kata Muhammad Amin, jamaah haji asal Lombok, di sekitar Masjidil Haram, Makkah, Kamis (18/9/2014) seperti yang dilansir laman Antaranews.com.

 

Muhammad Amin yang tinggal di C10 dan telah tiga kali ke Masjidil Haram sejak kedatangan ke Makkah mengatakan kedatangan bus juga cukup baik sehingga tidak menunggu terlalu lama. Mengenai penginapan, ia juga mengatakan bagus dan lengkap.

 

"Tidak ada keluhan. Petugas juga bagus. Pembimbing lengkap," katanya. 

 

Hal yang sama dikatakan Ahmad Aries Farodi. Ia mengatakan transportasi lancar dan tidak menunggu terlalu lama. Walau terkadang agak berdesakan, namun Aries mengerti karena memang jamaah cukup banyak. 

 

Sementara penginapan dihuni oleh empat orang dalam satu kamar. "Lebih dari cukup," kata Aries jamaah kelompok terbang (kloter) 46 embarkasi Bekasi. 

 

Sementara dua orang jamaah wanita embarkasi Bekasi Eva Latifah dan Ifah Tasrifah juga tidak terlalu mengeluhkan masalah transportasi dan penginapan.

Hal yang sama dikatakan oleh jamaah yang lain. Mereka umumnya tidak mengeluhkan masalah transportasi dan penginapan, bahkan mengatakan puas. 

 

Bahkan ada yang mengatakan penginapan di Makkah lebih baik dari Madinah. Sebelumnya, pada saat jamaah tiba di Makkah, ada beberapa jamaah yang mengeluhkan, terutama sarana transportasi. 

 

Mereka antara lain mengeluh bus terlambat datang dan berdesak-desakan. Namun kemarin, Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Endang Jumali mengatakan telah dikerahkan 120 bus shalawat yang dikhususkan untuk mengantar pulang pergi jamaah Indonesia.

Daftar tunggu haji Aceh capai 63 ribu orang

Sementara itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh menyatakan daftar tunggu haji di provinsi itu mencapai lebih dari 63 ribu orang, sehingga harus menunggu 16 tahun untuk berangkat ke Tanah Suci.

"Hingga kini, jumlah daftar tunggu haji Aceh mencapai 63.102 orang," kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh Drs Herman di Banda Aceh, Kamis.

Dengan jumlah daftar tunggu tersebut, kata dia, maka yang mendaftar hari ini harus menunggu 16 tahun untuk diberangkatkan menunaikan ibadah haji, sebab kuota haji Aceh hanya 3.888 orang.

"Itu kuota haji normal. Sedangkan kuota haji sekarang dikurangi menjadi 3.140 karena ada perluasan Masjidil Haram yang menjadi pusat ibadah haji hingga 2016," ungkap Drs Herman.

Menyangkut dengan keberangkatan jamaah calon haji 2014 atau 1435 Hijriah, Drs Herman mengatakan jamaah calon haji Aceh kelompok terbang atau kloter pertama akan diberangkatkan melalui Embarkasi Banda Aceh, Jumat (19/9) pukul 22.45 WIB.

"Ada 440 orang calon haji kloter pertama. Mereka berasal dari Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Aceh Timur. Mereka masuk Asrama Haji pada Kamis (18/9) sekitar pukul 20.00 WIB," kata Drs Herman.

Untuk Embarkasi Banda Aceh, kata dia, akan memberangkatkan jamah calon haji dalam tujuh kloter. Mereka diberangkatkan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar.

"Sedangkan 117 orang lagi calon haji asal Aceh, akan diberangkatkan bersama dengan jamaah calon haji asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Makassar, Sulawesi Selatan," kata Drs Herman. (Ant/Gs).