Jakarta, 15 Oktober - Provinsi Jambi mewaspadai penularan virus Ebola melalui jamaah haji yang akan pulang dari Mekkah, Arab Saudi pada 18--27 September, kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi Mahbub Daryanto, Selasa (14/10/2014) di Jambi.
Ia mengatakan, Kemenag Provinsi Jambi bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Jambi akan mengecek kesehatan jemaah di Batam dan Padang, sebab jemaah haji Jambi akan pulang melalui dua embarkasi itu.
"Jamaah Jambi akan dikarantina selama 24 jam untuk pemeriksaan kesehatan. Jika ada yang terjangkit virus Ebola, pemerintah akan menanggung penanganannya. Namun jika sudah lewat dua minggu setelah karantina, itu tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Mahbub.
Ia mengatakan Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, seperti dilansir laman Antaranews.com., memastikan persiapan pihaknya sudah maksimal, baik sisi pemeriksaan kesehatan maupun segi penyambutan.
"Yang terpenting itu pemeriksaan kesehatan untuk memastikan jemaah kita tidak tertular penyakit Ebola atau semacamnya, dari informasi yang kita dapatkan persiapannya sudah maksimal," ujarnya.
Terkait kendala jemaah haji asal Jambi selama menunaikan haji, Mahbub mengatakan dari laporan yang masuk ke Kemenag tidak ada permasalahan yang menghambat perjalanan haji tahun ini, baik segi penginapan maupun katering makanan untuk jemaah haji Jambi.
"Kalau tahun kemarin kendala beratnya di makanan dan penginapan karena pengaruh pemugaran di sana, tapi untuk tahun ini semua on the track," katanya.
Mahbub juga mengatakan di tahun 2014 ada enam orang jemaah haji asal Jambi yang meninggal di Arab Saudi, ke enam jamaah haji tersebut berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Kerinci, Kota Sungaipenuh dan jemaah asal kota Jambi.
"Ada enam orang yang meninggal dunia, semuanya dimakamkan di sana," katanya.
Sementara itu anggota Tim Fungsional Kesehatan Haji KKP Jambi dr Dewi mengatakan, pencegahan virus lebih cenderung dilakukan di embarkasi Padang dan Batam. Setelah jemaah haji datang, jemaah tidak izinkan untuk langsung pulang ke rumah masing-masing.
"Kondisi kesehatan mereka harus dicek dan apabila ditemukan penyakit mencurigakan harus dievaluasi dulu ke rumah sakit rujukan di Otorita Batam dan Padang. Jika positif terjangkit Ebola, jemaah wajib dikarantina hingga sembuh agar tidak menular ke masyarakat Jambi lainnya," kata Dewi.
Tenaga medis PPB meninggal di Jerman karena Ebola
Sementara itu, seorang petugas medis PBB yang terjangkit virus Ebola saat bekerja di Liberia dilaporkan meninggal di rumah sakit Jerman tempat ia dirawat, menurut keterangan dari klinik, Selasa (14/10/2014) di Leipzig.
"Pasien tersebut menderita demam Ebola yang kemudian meninggal saat di rawat di Klinik St. Georg Klinik di Leipzig.
Meskipun pasien tersebut telah menjalani tindakan medis secara intensif dan upaya maksimal oleh tim medis, petugas medik PBB yang berusia 56 tahun itu akhirnya meninggal karena penyakit menular mematikan tersebut," tambah keterangan tersebut.
Petugas medis, yang namanya masih belum bisa didapatkan, tiba minggu lalu dan dinyatakan sebagai pasien Ebola ketiga yang dirawat di Jerman.
Menurut data PBB yang disiarkan pada 8 Oktober, lebih dari 8.000 orang diduga telah terinfeksi, dan lebih dari 3.300 orang telah meninggal sejak wabah Ebola dikonfirmasi pada Maret 2014.
Penyakit tersebut pertama kali muncul di Afrika Barat, lalu beberapa kasus juga dikonfirmasi di Amerika Serikat.
Virus itu ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi. Sejauh ini, tak ada obat atau vaksin yang disetujui untuk penyakit tersebut.
Tanda awal penyakit mematikan tersebut meliputi demam, sakit kepala, muntah, dan diare, demikian Reuters melaporkan.(Ant/Gs)