Jakarta (19/01) –Nilai-nilai strategis Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) telah sejalan dengan apa yang diharapkan kaum muda Indonesia saat ini. Buktinya, mereka termasuk yang paling aktif menyuarakan pendapatnya di media sosial akan perubahan. Tak cukup sampai disitu, mereka sesungguhnya pelaku inovasi dan kreativitas yang meledak hingga kini dan menjadi gaya hidup.
Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bidang Perencanaan Pengembangan dan Kerjasama Tahun 2013-2018, Marbawi mengatakan, kaum muda Indonesia telah sadar akan pentingnya perubahan. “Anak muda sekarang, walaupun tidak dilabeli produk revolusi mental, nyatanya mereka telah melakukan berbagai hal yang sejalan dengan nilai-nilai revolusi mental,” ujarnya.
Hadirnya tokoh muda yang inspiratif dewasa ini merupakan contohnya. Ada juga yang berhasil menjadi petani muda dan mampu menjual komoditasnya hingga ke luar negeri. Pada bagian lainnya, suara kaum muda pada berbagai bidang juga tidak disepelekan, mereka mampu memberikan pengaruh demi perubahan dan perbaikan. “Jadi kuncinya, anak muda harus inovasi, kreatif dan memiliki karakter. Dengan bekal itu, anak muda akan mumpuni,” jelas Marbawi yang juga pemerhati kebijakan kepemudaan.
Menurutnya, anak muda pada masanya 25 tahun ke depan akan menjadi generasi emas, satu abad Indonesia di tahun 2045. “Anak-anak muda akan berada di puncak kejayaan pada tahun 2045 mendatang, sebagai perwujudan bonus demografi dan hasil dinamika saat ini", tukasnya. Atas dasar itu pula, GNRM tak lelah menyasar kaum muda sebagai agen perubahan atau relawan revolusi mental pada lingkungan tempat tinggal, sekolah dan pekerjaan. “Revolusi mental merupakan kerja membentuk mental revolusioner yang melahirkan tindakan revolusioner. Selalu betul-betul berubah lebih baik dan maju dalam pola pikir, pola kerja, dan pola hidup. Jika mundur, namanya involusi,” cetusnya. Soal permasalahan sosial, sebutnya, hal itu tak akan bisa dihilangkan begitu saja. Tapi paling tidak, dengan menerapkan nilai-nilai revolusi mental, permasalahan sosial dapat dicegah atau diminimalisir. "Kita yakin bahwa nilai-nilai GNRM ini revolusioner untuk mengubah situasi saat ini. Yaitu, integritas, etos kerja dan gotong royong", tegas tokoh pemuda ini.
Sejak digulirkan, GNRM sendiri telah menggelar berbagai kegiatan yang ditujukan untuk kaum muda. Diantaranya, Program Positif Bermedia Sosial yang mengedukasi melalui pelatihan singkat dan praktek bagi pelajar-pelajar tingkat SMA/SMK dan Madrasah Aliyah yang aktif berorganisasi aktif dan berprestasi di sekolah pada 34 Provinsi. Kemah Nasional Konselor Sebaya Berbasis Revolusi Mental 2018 diikuti oleh lebih dari 600 remaja, para pengelola/konselor sebaya/pendidik Sebaya Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja serta Duta GenRe dari 34 Provinsi di Indonesia serta dari 7 Kabupaten/Kota yang ada di Kepulauan Bangka Belitung. Hingga yang terakhir menggelar diskusi Terbatas (Focus Group Discussion) “SDGs: Generasi Muda, Gerakan Nasional Revolusi Mental, dan Penerapan Dalam Keseharian” di Kemenko PMK, Jakarta.
"Ke depan, kita akan lanjutkan dengan kader-kader muda untuk menyiapkan barisan pemimpin bangsa tahun 2045 dengan sinergi berbagai pemangku kepentingan di negeri kita", pungkas Marbawi mengakhiri wawancara.
Kategori:
