Jakarta (15/12) -- Menyertakan perempuan dalam proses pembangunan bukan sekedar kebijakan afirmatif, akan tetapi merupakan kesadaran atas penghargaan harkat dan martabat manusia. Negara tidak mungkin maju dan sejahtera jika kaum perempuan dan para ibu tertinggal.
Demikian disampaikan Menko PMK dalam sambutannya yang diwakili oleh Plt. Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kemenko PMK, Ghafur Dharmaputra saat membuka Festival Ibu Hebat dalam rangka memperingati Hari Ibu yang diinisiasi oleh Komunitas Kebaya, Kopi dan Buku di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu pagi (15/12). Hadir dalam acara tersebut Ibu Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UKM, serta Ibu Herustati, Staf Ahli Menteri Koperasi & UKM.
Menurut Menko PMK, saat ini perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran yang strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang. Mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lain sebagainya. Akan tetapi perempuan juga masih menghadapi berbagai kendala yang dapat berasal dari kehidupan sosial, budaya, ekonomi, maupun politik.
“Oleh karena itulah, maka masih diperlukan berbagai upaya edukasi, sosialisasi, advokasi, dan fasilitasi dalam rangka memperkuat peran perempuan,” tegas Menko PMK.
Peran ibu, lanjut Menko PMK, sangat penting dan strategis dalam membangun kemajuan suatu bangsa. Dalam bidang kesehatan, para ibu harus memiliki derajat kesehatan yang baik dan berperan dalam menentukan derajat kesehatan keluarga untuk menciptakan generasi penerus yang handal dan berkualitas.
Peran tersebut, menurut Menko PMK dimulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan, suatu periode kehidupan manusia yang membutuhkan jaminan asupan gizi dan kesehatan yang baik, agar anak-anak yang dilahirkan dapat berkembang dengan potensi terbaiknya.
Menko PMK juga menyoroti peran Perempuan dalam bidang ekonomi. Menurutnya, para ibu juga telah banyak berkiprah, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga menjadi pengusaha besar yang sukses.
“Saat ini, jumlah wirausaha perempuan di Indonesia mencapai 14,3 juta perempuan. Meningkat cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang jumlahnya mencapai 12,7 juta perempuan,” ungkap Menko PMK.
Menko PMK juga mengungkapkan bahwa keterlibatan Perempuan dan para ibu di bidang politik, juga semakin maju. Terdapat sejumlah ibu yang telah berhasil menjadi Kepala Daerah, Bupati/Walikota. Bahkan dalam pemerintahan Presiden Jokowi, terdapat 8 Menteri perempuan. Masih banyak lagi, kemajuan yang telah dicapai oleh para ibu, di bidang seni, sosial, budaya, olahraga, dan lain sebagainya.
Menurut Menko PMK, kemajuan yang dicapai oleh kaum Perempuan dan para Ibu dikarenakan kesempatan para ibu untuk meningkatkan kualitas dirinya dan berperan lebih besar, terbuka seiring dengan meningkatnya akses pendidikan bagi kaum perempuan.
Pemerintah, kata Menko PMK, melalui kebijakan dan program di Kementerian dan Lembaga, terus melakukan pemberdayaan perempuan, yang dilakukan mulai dari penguatan regulasi, kebijakan afirmatif, yang membuka seluas-luasnya peran perempuan baik dalam jabatan publik, profesi, kegiatan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
“Upaya ini diharapkan dapat memperluas rasa percaya diri, meningkatnya kapasitas dan kualitas diri, semakin mampu mengorganisir, dan menghasilkan kepemimpinan perempuan yang inspiratif,” ujar Menko PMK.
Di sisi lain, Menko PMK juga tidak lupa mengingatkan para ibu untuk dapat mengikuti perkembangan jaman dan meningkatkan kualitas dirinya agar dapat mengambil peran yang tepat di dalam keluarga, lingkungan, masyarakat, maupun dalam pekerjaan.
Di akhir sambutannya, Menko PMK memberikan apresiasi positif kepada para penerima penghargaan dan Komunitas Kebaya, Kopi dan Buku. Menurutnya, komunitas ini telah menyediakan forum dan mendorong interaksi bagi para ibu meningkatkan kualitas dan peran dirinya baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat.
“Saya mengharapkan kiprah Komunitas Kebaya, Kopi, dan Buku dapat diikuti oleh komunitas-komunitas yang lain, sehingga dalam waktu yang singkat akan tercipta Ibu Hebat di seluruh pelosok tanah air,” kata Menko PMK seraya mengakhiri sambutannya.
Setelah menyampaikan sambutannya, Menko PMK diwakili Plt. Deputi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan penghargaan kepada 5 Ibu hebat.
Kategori:
