Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on December 18, 2018

Buleleng (17/12) - Untuk menghidupkan kembali gairah dan semangat melestarikan budaya lokal yang dimiliki, Kemenko PMK menginisiasi Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya) sebagai instrumen bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat dalam upaya perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan budaya secara berkelanjutan.

Gema Budaya merupakan upaya untuk menggerakan seluruh pihak terkait agar peduli dan terlibat dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal sesuai dengan perkembangan jaman, melalui berbagai pendekatan seperti jalur pendidikan dan agama, jalur adat, jalur kesenian serta penyelenggaraan kegiatan multievent kebudayaan.

Hari ini, sebuah pagelaran bertajuk Utsawa Merdangga Gong Kebyar Sanggar Seni Kabupaten Buleleng diselenggarakan sebagai implementasi Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. 

Kepala Dinas Kebudayaan Kab. Buleleng Gede Komang, dalam sambutannya memberikan motivasi dan dorongan terhadap gerakan masyarakat berbasis budaya di Kab. Buleleng. Program Gong Kebyar diadakan dengan tujuan agar generasi muda dapat mengembangkan dan mempromosikan daerahnya, khususnya seni musik dan seni tari sebagai upaya untuk melaksanakan Revolusi Mental, menggairahkan kembali budaya lokal dan menggerakan semua pihak terkait terhadap upaya pelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Staf Ahli Kemenko PMK Bidang Multikultural, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa Haswan Yunaz dalam sambutannya mengatakan, konteks budaya merupakan bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dalam Revolusi Mental, khususnya pada Gerakan Indonesia Mandiri yang mempunyai salah satu fokus program berupa peningkatan apresiasi seni, kreativitas karya budaya dan warisan budaya. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan acara ini, dimana berbagai seni pertunjukan tari akan dipertontonkan, serta sarasehan yang membahas tentang seni tari sebagai salah satu bentuk kreativitas karya budaya dan warisan budaya Indonesia. "Saya berharap penyelenggaraan pentas kesenian ini, dapat menjadi instrumen untuk mengokohkan falsafah, tata nilai, dan kreativitas seni yang tetap berpijak kuat pada akar budaya, adat dan tradisi", ujar Haswan.

Gerakan Gema Budaya harus diteruskan dan menjadi bagian penting dari program Pemerintah. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Kab. Buleleng dan Pemerintah Kota Blitar atas gotong royong dan kerja kerasnya sehingga Utsawa Merdangga Gong Kebyar Sanggar Seni Kabupaten Buleleng dapat terselenggara dengan baik. "Semoga semangat mencintai kebudayaan lokal dapat turut serta melestarikan nilai budaya luhur Indonesia bagi seluruh masyarakat Indonesia dan juga memberi inspirasi kepada dunia.Semoga upaya yang kita lakukan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada seluruh masyarakat bangsa dan negara", tutur Haswan menutup sambutannya.

Setelah itu, Haswan membuka secara resmi acara yang berlangsung selama tiga hari ini. Dalam acara ini, dilangsungkan juga pemberian sertifikat Warisan Budaya Tak Benda yang diserahkan oleh Wakil Bupati kepada para seniman yang mewakili kesenian pertunjukan, dongeng adat istiadat masyarakat, mitos dan perayaan-perayaan.

Hadir pula dalam acara ini Gubernur Bali, Bupati Banyuwangi, Wakil Bupati Buleleng, Ketua DPRD Buleleng, Dandim, Kapolres, Kajari, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali, Kadis Kebudayaan Kab. Buleleng dan pengamat seni budaya Bali. (olv)

Kategori: