Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on April 19, 2016

Samarinda (19/04)--- Kedeputian bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama melalui Keasdepan bidang Koordinasi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK pagi ini menggelar Rakor mengenai Implementasi Nilai-nilai Revolusi Mental melalui Pengembangan Kampus Bertintegritas di Kota Samarinda, Kaltim. Rakor dibuka oleh Asisten III Setda Prov Kaltim bidang Kesejahteraan Rakyat, Bere Ali, dan dilanjutkan dengan sesi paparan serta diskusi oleh tiga narasumber yang berasal dari Kemenko PMK, kemristekdikti, dan Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Masjaya. Peserta rakor merupakan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Samarinda dan sekitarnya.

Asdep bidang Koordinasi Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEK, Asril, dalam paparannya menyampaikan tugas dan fungsi Kemenko PMK selaku pelaksana dan penanggung jawab Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Asril menyambut baik peran perguruan tinggi di daerah terlebih kepada Kaltim yang memiliki sumber daya pertanian dan perikanan yang besar, begitu juga dengan sumbangan pendapatan negara dari sektor pertambangan.

“Program ‘Tanam Pohon’ milik Universitas Mulawarman, saya pikir perlu terus dilakukan dan ditularkan kepada kampus-kampus lain mengingat manfaatnya yang begitu besar, selain untuk konservasi alam juga dapat menumbuhkan kecintaan mahasiswa-mahasiswa kita kepada alam dan tanah airnya,” kata Asril menanggapi paparan keberhasilan GNRM di lingkungan kampus Univ. Mulawarman. “Revolusi Mental adalah gerakan kita bersama. Yang pada intinya harus dimulai dari diri kita sendiri dulu dan perlu ada semacam upaya saling mengingatkan untuk menjaga ajaran membangun karakter bangsa yang sangat baik ini.”

Pada kesempatan rakor ini, Direktorat Minat Bakat dan Organisasi Kemahasiswaan kemristekdikti, menyampaikan dan memperkenalkan program pengabdian mahasiswa bernama Program Hibah Dana Desa (PHBD). Selain mengajak turut serta, Kemristek juga membuka kesempatan seluruh perguruan tinggi di Kaltim untuk coba mengajukan proposal kegiatan pengabdian masyarakat model baru ini agar antara ahasiswa dan masyarakat dapat saling berbagi ilmu membangun desa sesuai potensi yang ada. (IN)

 

Kategori: