Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 04, 2017

Jakarta(04/09)-- Plt Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan, Nyoman Shuida, siang ini memimpin rapat koordinasi (rakor) guna membahas evaluasi pelaksanaan Sea Games XXIX 2017 di ruang rapat lantai 6 Kemenko PMK, Jakarta. Hadir pada rakor ini,dihadiri antara lain Sesmenpora,Gatot S Dewobroto; Plt Deputi Bidang Olahraga Prestasi Kemenpora, Yuni Purwanti; Ketua KOI , Erick Thohir; Ketua Satlak Prima, Achmad Sucipto; Chef de Mission Sea Games 2017, Azis Syamsuddin; Pimpinan KONI, Staf Khusus Kemenko PMK, Dolfie OFP dan para pejabat lainnya.SEA Games 2017 telah berlangsung pada 19 – 30 Agustus 2017 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Sea Games kali ini, Indonesia mengikuti 37 cabang olahraga dan ditargetkan untuk mendapatkan 55 Medali Emas. Namun berdasarkan catatan akhir raihan medali emas, Indonesia hanya berhasil 38 Medali Emas, dan berada di peringkat kelima raihan Medali Sea Games 2017. Malaysia selaku Tuan Rumah menjadi Juara Umum dengan raihan 145 Medali Emas, urutan kedua Thailand 72 Medali Emas, urutan ketiga Vietnam 58 Medali Emas, dan Singapura 57 Medali Emas. Dengan capaian peringkat kelima, artinya Indonesia gagal meraih target yang sudah ditetapkan. Untuk menggali informasi mengenai penyebab kegagalan mencapai target prestasi sekailgus dalam rangka meraih sukses prestasi dalam penyelenggaraan Asian Games tahun 2018, diperlukan evaluasi yang komprehensip kepada semua stake holder yang terlibat dalam pembinaan atlet nasional. "Sea games sudah berlangsung, yang harus diantisipasi sekarang adalah pelaksanaan Asian Games 2018 dan Sea games 2019 nanti," ujar ketua KOI.  

Sejalan dengan hal tersebut, Nyoman memaparkan tujuan diadakannya rakor ini salah satunya memang untuk membahas evaluasi pelaksanaan Sea games 2017 agar pemerintah semakin baik dalam menghadapi pelaksanaan Asian Games 2018 nanti.  "Rakor ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan peran semua pihak dan kendala yang dihadapi mulai dari proses persiapan atlet, administrasi keuangan sampai selesainya pelaksanaan semua pertandingan yang diikuti," tutur Nyoman.

Beberapa catatan yang disampaikan oleh peserta rakor menjelaskan bahwa perlu ada beberapa perbaikan di segi kebijakan, manajemen atlet serta anggaran. Untuk itu, dalam menghadapi pelaksanaan Asian Games 2018 nanti, rekomendasi perbaikan yang juga diusulkan dalam rakor diantaranya kebijakan seleksi atlet yang akan diperketat, perluasan akses keunggulan bagi seluruh atlet melalui pengiriman atlet untuk training camp/try out di pusat-pusat keunggulan luar negeri ataupun pendampingan pelatih asing sejak tahap persiapan awal, serta pemenuhan peralatan latihan&pertandingan dengan kualitas standar Internasional. Selain itu perlu adanya integrasi dukungan anggaran, administrasi dan logistik kepelatihan ke dalam perencanaan program latihan sehingga kejadian yang tidak menyenangkan pada sea games sebelumnya tidak terulang. "Ke depannya, diperlukan juga peningkatan, pemerataan, dan pembinaan atlet pada cabang-cabang tertentu yang lebih baik," tutup Wakil Ketua KONI.  Diharapkan dengan evaluasi ini dapat diidentifikasi berbagai alternative solusi dalam pembinaan atlet berprestasi khususnya dalam menghadapi Asian Games 2018 dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan multi event tersebut. (rhm)

Kategori: