Jakarta, 9 Desember - Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan dua kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan menggelar acara bedah buku. Dalam bedah buku tersebut, Menko PMK Puan Maharani yang diwakili oleh Deputi Menko PMK Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, pemuda dan Olahraga Haswan Yunaz. Hal ini mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia memiliki potensi kelautan yang sangat besar.
Tiga kementerian melakukan kerja sama untuk menerbitkan buku Laut dan Kebudayaan, guna mewujudkan poros maritim dunia
Buku “Laut dan Kebudayaan” ini dianggap sebagai momentum penting dan simbol dari bangkitnya usaha untuk melestarikan potensi kelautan Indonesia.
"Ruang laut kita 75 persen menjadi bagian terpenting dari Republik Indonesia yang menyimpang banyak potensi karena laut itu disebut archipelago," kata Endjat Djainudrajat selaku Direktur Nilai Sejarah dan Budaya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Museum Nasional, Jakarta, Selasa (9/12/2014).
Menurutnya, peluncuran buku ini memberikan gambaran awal terhadap potensi kelautan Indonesia yang belum optimal. Baik potensi ekonomi, industri jasa maritim dan sumber daya non kelautan.
Buku ini ditulis oleh Muchlis Paeni, Achmad Fediyani Saifuddin, Abdul Muis, Martono Yuwono dan Arif Satria.(Gs).
Kategori: