Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on July 04, 2019

Foto : 

  • Deputi 5

Purwokerto (4/7) Kementerian Koordinator Bidang Pembangungan Manusia dan Kebudayaan berupaya mendorong Peningkatan Kunjungan Museum, terutama bagi generasi milenial. “Di Indonesia sendiri dari jumlah 265 juta penduduk yang telah tercatat, terdapat 63,82 juta (24.15%) menurut data Susenas BPS 2018 merupakan generasi milenial. Oleh karena itu, memanfaatkan generasi milenial sebagai target pasar adalah suatu hal menarik yang perlu kita coba dalam meningkatkan angka kunjungan museum. Kita dapat menyasar para generasi milenial tersebut untuk datang plesiran ke museum dan kawasan bersejarah,” ucap Pamuji Lestari, Asisten Deputi Warisan Budaya mewakili Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Kunjungan Museum bagi generasi milenial di Ruang Arjuna, Java Heritage Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah.

Rapat Koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, Head of Visitation and Facilities Museum MACAN, dan Pembina Museum Soesilo Soedarman, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, perwakilan dari Dinas Pemuda, Olahraga,  Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, perwakilan dari Museum BRI, Museum Wayang, dan Museum Jenderal Soedirman, serta perwakilan mahasiswa dari bebepara Universitas di Kabupaten Banyumas.

Melalui Rapat Koordinasi ini, Kemenko PMK berupaya mendorong peran sentral museum di tengah masyarakat, terutama dalam hal edukasi sejarah, edukasi kebudayaan, edukasi turis, dan inspirasi pengetahuan. Selain itu, Kemenko PMK terus melakukan optimalisasi pengelolaan museum. Berbagai hal yang telah dilakukan Kemenko PMK dalam optimalisasi pengelolaan museum antara lain bekerja sama dengan manajemen Taman Mini Indonesia Indah menyusun Buku Pesona Museum Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 2017, bersinergi dengan AMIDA DKI Jakarta Paramita Jaya menyusun Buku Museum, Galeri, dan Monumen (MuGaleMon) Jakarta pada tahun 2018, dan berkolaborasi dengan AMIDA Jawa Barat akan menyusun Buku Museum di Provinsi Jawa Barat.

Dalam implementasi dan praktiknya, pengelolaan museum sudah memiliki payung hukum yang jelas. “Sudah saatnya kita menaruh perhatian serius terhadap kebudayaan kita, budaya Indonesia. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan telah ditetapkan. Dalam hal ini, museum diharapkan mampu menjalankan perannya dalam upaya pelestarian warisan budaya dan pendidikan berbudaya sebagaimana yang dimaksudkan dalam PP Nomor 66 tahun 2014 tentang Permuseuman,” ucap Pamuji Lestari, Asisten Deputi Warisan Budaya dalam Sambutannya mewakili Deputi Koordinasi Bidang Kebudayaan Kemenko PMK.

Pengelolaan museum memang perlu pembenahan manajemen terutama dalam hal ketersedian sarana dan prasarana museum guna mengikuti perkembangan teknologi informasi yang diminati oleh generasi milenial. Selain itu, pengelolaan museum perlu melibatkan generasi milenial dalam meningkatkan kunjungan museum baik ditingkat pusat maupun daerah. “Dalam rangka menyasar generasi milenial sebagai pecinta museum, ke depan kita harus segera membuat tata kelola permuseuman dengan sistem modern yang terintegrasi dengan semua objek yang ada di kawasan tersebut dengan sentuhan teknologi serta memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat sekitarnya dan daya dukung lingkungan yang ada,” ucap Pamuji Lestari seraya membuka acara Rapat Koordinasi Peningkatan Kunjungan Museum bagi Generasi Milenial.

Kategori: 

Reporter: 

  • Deputi 5