Bogor (24/07)---Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengadakan rapat evaluasi pelaksanaan Gladian Sejarah Pemuda Indonesia (GSPI) Tahun 2019. Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Deputi (Asdep) bidang Warisan Budaya, Pamuji Lestari.
GSPI tahun 2019 merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan. GSPI ini sangat diapresisasi oleh Menko PMK. "Secara umum bu Menko sangat mengapresiasi kegiatan ini yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia,” tutur Pamuji dalam pengantarnya.
Sebanyak 750 anak mida mulai dari umur 18 hingga 25 tahun ikut berpartisipasi dalam kegiatan GSPI ini. Peserta merupakan anak-anak milenial dari berbagai wilayah di Indonesia. Keikutsertaan milenial pada GSPI 2019 sangatlah penting, hal ini berguna untuk meningkatkan kecintaan anak muda terhadap sejarah. "Dan bagaimana peran milenial mencintai sejarah ini sangatlah penting. Namun, waktu yang sangat singkat ini banyak kegiatan yang tidak bisa maksimal,” tambah Pamuji.
Belum diikutsertakan penyandang disabilitas dalam acara GSPI 2019, menurut Sulistyo selaku Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, lalu menyarankan agar dikegiatan selanjutnya dapat mengajak para disabilitas. "Dalam penyelenggaraan GSPI 2019 ini kita masih belum mengikutsertakan para disabilitas. Padahal banyak disabilitas yang memiliki kualitas dan ketrampilan,” ujarnya.
Di akhir evaluasi, Pamuji mengharapkan GSPI 2020 mampu memberikan yang lebih baik dari sebelumnya. "Semoga GSPI 2020 dapat berlanjut dan lebih baik dari 2019,” tutupnya.
Rapat evaluasi GSPI 2019 dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Komunitas Jejak Langkah Sejarah, dan berbagai K/L terkait lainnya. Rapat dilaksanakan di Hotel Whiz Prime Bogor.
Foto & Reporter : TWS
Kategori:
