Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on February 25, 2019

Jakarta (25/02) – Media tulisan merupakan salah satu alat advokasi yang diperhitungkan untuk merubah stigma kearah perubahan pola pikir yang positif. Karena itu, Kemenko PMK bersama Ragam Institute merasa berkepentingan untuk menggelar kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar bagi penyandang disabilitas. 

Kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar bagi penyandang disabilitas yang diselenggarakan di salah satu hotel di bilangan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat ini merupakan upaya pengembangan literasi akses bagi penyandang disabilitas. Dalam sambutannya mewakili Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko PMK Ade Rustama mengatakan, literasi tidak hanya terkait dengan upaya agar disabilitas melek baca, tulis dan hitung namun lebih dari itu, bagaimana meningkatkan soft skill yang bersangkutan agar mampu memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Literasi, sebutnya, juga merupakan sebuah konsep yang memiliki makna kompleks, dinamis, terus ditafsirkan dan didefinisikan dengan beragam cara dan sudut pandang. “Literasi dapat kita definisikan sebagai kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat,” sebutnya. 

Ditambahkannya, kemampuan literasi merupakan hak setiap orang dan merupakan dasar untuk belajar sepanjang hayat, tidak terkecuali disabilitas. Disisi lain, budaya literasi juga sangat dibutuhkan di masyarakat untuk membantu memberdayakan dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, dan masyarakat karena budaya literasi memiliki sifat “Multiple Effect”. “Melalui pelatihan jurnalistik ini, para disabilitas  akan mampu menyuarakan tentang dirinya, bisa menulis dan menyunting dengan baik, demi kelancaran tugas maupun dalam rangka menulis naskah untuk media internal,membuat laporan,press release,dan lainnya,” tandasnya. 

Melalui pelatihan ini, diharapkannya, penyandang disabilitas dapat memahami perbedaan karakter diantara berbagai jenis naskah jurnalistik. Dengan begitu, mereka pun mampu mengemas naskah-naskah biasa menjadi naskah jurnalistik yang baik dan layak untuk diterbitkan karena  menarik untuk dibaca. “Kami juga berharap, komitmen kerjasama yang sudah mulai terbangun antara Kemenko PMK dengan pilar organisasi disabilitas dapat tetap terpelihara dan terlembagakan kearah yang semakin baik,” pungkasnya. 

Kegiatan pelatihan jurnalistik tingkat dasar bagi penyandang disabilitas berlangsung selama dua hari (25-26 Februari 2019). Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama Kemenko Bidang PMK dengan Ragam Institute ini mengambil tema: “Dengar Suara Kami”. Tema ini sejalan dengan isu literasi untuk kesejahteraan yang memposisikan disabilitas sebagai penulis yang diharapkan dapat menyampaikan isu-isu tentang mereka sendiri. Pada kesempatan ini, para peserta dibekali pengetahuan dasar  jurnalistik, sehingga mampu membedakan cara penulisan berita, artikel, feature, laporan, maupun tulisan/naskah wawancara.

Editor : Ponco Suharyanto