Jakarta (25/04) – Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden terkait dengan program Kartu Indonesia (KIP) Kuliah, Kemenko PMK menggelar rakor tingkat eselon I tentang KIP Kuliah di ruang rapat utama Kemenko PMK, Jakarta.
Rapat yang dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK, Agus Sartono tersebut agendanya memadukan data mahasiswa dari keluarga penerima PKH dengan skenario penyaluran KIP Kuliah. Sebelumnya, rapat terkait KIP Kuliah telah diinisiasi Kemenko PMK pada rapat koordinasi awal pembahasan mengenai KIP Kuliah di ruang rapat Menko PMK lantai dasar, gedung Kemenko PMK, Jakarta pada tanggal 1/3. Kemudian dilanjutkan pada rakor KIP untuk jenjang perkuliahan pada tanggal 13/3 di salah satu hotel di Jakarta.
Pemerintah merencanakan sasaran KIP Kuliah ialah pemilik KIP lulusan SLTA yang lulus seleksi akademik masuk perguruan tinggi terakreditasi pada jenjang Diploma/S1. KIP Kuliah sendiri merupakan kartu lanjutan KIP yang telah diimplementasikan. Gunanya untuk menunjang SDM Premium. Nantinya, KIP Kuliah akan fokus pada pendidikan Vokasi/Politeknik/ PT K/L. Juga menyasar pada bidang keahlian atau prodi terpilih/tertentu. KIP Kuliah dimaksudkan juga untuk pemenuhan SDM sesuai kebutuhan pembangunan nasional.
Hadir dalam rapat perwakilan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, Polisi Republik Indonesia, kementerian/Lembaga lainnya yang terkait.
Kategori: