Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on July 20, 2019

Foto : 

  • Deputi 7

Sorong (20/07)---Dalam upaya mensinkronkan dan mengkoordinasikan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka program kegiatan pemberdayaan masyarakat ekonomi lokal, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyelenggarakan rapat koordinasi di Kota Sorong, Kamis (18/07) lalu. Rakor dibuka oleh Wakil Walikota Sorong, Pahimah Iskandar dengan menabuh Tifa, salah satu alat musik tradisional khas Papua.

Dalam sambutan  Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum menjelaskan salah satu strategi dalam percepatan pembangunan kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden nomor 9 Tahun 2017, yaitu pembangunan berbasis budaya dan fokus pada Orang Asli Papua.  "Sebagai Orang Asli Papua harus memiliki kepercayaan diri untuk membangun daerahnya. Dengan pemberdayaan masyarakat ekonomi lokal berbasis budaya diharapkan mampu mengembangkan produk unggulan dan meningkatkan perekonomian masyarakat dan kedaulatan pangan lokal,” tegasnya.

Rakor akhirnya merumuskan usulan rekomendasi kebijakan pemberdayaan masyarakat ekonomi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat  serta pembangunan manusia dan budaya seutuhnya.

Narasumber yang hadir dalam Rakor yaitu Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal  Kemendes PDTT  Bahartani Lamakampali, BI Cabang Papua Barat, Ryan,; Staf Ahli Bupati Kabupaten Sorong, Wa Ode Likewati; dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kota Sorong, Welly.  Peserta hadir dari Kepala Dinas Perindustrian, Bappeda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Komunitas Kampung Noken, kelompok pengrajin tenun dan batik serta tokoh masyarakat.

Seusai Rakor, Tim Kemenko PMK diundang Walikota Sorong untuk menyaksikan dan ikutserta dalam peresmian Pentas Seni Suku Moi, suku asli di Kota Sorong. Berbagai sanggar tari dan seni menampilkan tarian tradisional, musik, lagu dan pameran budaya. Komunitas Peduli Maladum Wobok merupakan komunitas generasi muda menjadi penggerak pelestarian budaya Suku Moi. Gairah untuk mengangkat budaya bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat, sangat terasa di Kota Sorong. (sumber: Kedep VII Kemenko PMK)

Kategori: 

Reporter: 

  • Deputi 7