Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on December 18, 2019

Foto : 

  • Deputi 6

Jakarta (17/12) - Radio Republik Indonesia menyelenggarakan “Diplomatic Forum: Strengthening Women’s Participation in Development” pada Selasa, 17 Desember 2019 di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Dalam sambutan pembukaannya Kepala Stasiun Siaran Luar Negeri LPP RRI Agung Soesatyo menyampaikan kegiatan sebagai peringatan Hari Ibu tahun 2019. Negara akan maju jika berhasil mengelola potensi perempuan. Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi pada 2020-2030, kata Agung.

Temu wicara menghadirkan empat pembicara yaitu Deputi Bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak KPMK (Ghafur Dharmaputra), Duta Besar Finlandia untuk Indonesia (H.E. Jari Sinkari), Komisioner Komnas Perempuan (Adriana V Aryani), dan UN Women Indonesia (Ryce Chanchai).

Ghafur menyatakan perempuan dapat lebih berperan dalam pembangunan nasional.  Perlu didukung kebijakan dan program yang responsif gender.  Sementara diperlukan pula upaya pemberdayaan perempuan. Sehingga sektor informal usaha kecil dan menengah perempuan dapat berkembang dan berkontribusi pada perekonomian bangsa. 

Jari Sinkari menyatakan perempuan di Finlandia sudah sejajar dengan laki-laki dan memberikan kontribusi bagi perekonomian.   Keberhasilan tersebut didukung sistem pendidikan yang menekankan pada kemandirian dan kreativitas anak, sehingga masyarakatnya telah memiliki pemahaman akan kesetaraan gender pada semua bidang pembangunan.  Ryce Chanchai dan Adriana Aryani menyoroti isu kekerasan seksual dan pentingnya keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, terutama di Parlemen.

Diplomatic Forum disiarkan langsung ke manca negara melalui jaringan Voice of Indonesia diharapkan dapat mengangkat perspektif dan pentingnya mengelola potensi kaum perempuan, dan perlunya sinergitas serta kerjasama dari para pemangku kepentingan.

Lebih 50 perwakilan Organisasi Masyarakat Sipil, tenaga pengajar dan mahasiswa berbagai perguruan tinggi berpartisipasi dan bertukarpikiran dengan para pendengar dari seluruh penjuru dunia. (Sumber: D6).

Reporter: 

  • Deputi 6