Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on December 16, 2018

Kupang (15/12) - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Kemenko PMK), yang diwakilkan oleh Staf Ahli bidang Multikulturalisme, Restorasi Sosial dan Jati Diri Bangsa, Hazwan Yunaz, malam ini,  menghadiri Flobamora Fashion Carnival "Negeri Seribu Moko" dalam rangka HUT ke 60 Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2018 di Lippo Mall Plaza,  Kupang,  Nusa Tenggara Timur.

Gelar seni  pertunjukan akbar negeri seribu moko ini adalah gambaran keindahan kebudayaan daerah NTT secara umum dan eksotika pulau Alor secara khusus,  mulai dari tari-tarian, gambaran potensi alam, seperti kenari, keindahan pulau dan laut,  lagu dan syair adat,  termasuk eksistensi benda pusaka "moko" dan lain sebagainya.  Sehingga dengan melalui fashion,  tarian,  multimedia dll benar-benar menjelaskan tentang tenun dan eksotika pulau Alor sebagai negeri moko yang harus diperhatikan,  dijaga dan dikembangkan. 

Tujuan dari pagelaran seni ini adalah sebagai upaya pelestarian budaya fashion (tenun ikat NTT),  agar masyrakat tetap menghargai dan  mencintai budaya nenek moyang,  memperkenalkan unsur-unsur kreativitas pemanfaatan tenun ikat kepada masyarakat luas dan generasi muda,  serta sebagai upaya pelestarian dan memotivasi kepada pengrajin (penenun), untuk terus mengembangkan dan menciptakan dunia usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan mereka. 

Dalam sambutannya,  Hazwan mengapresiasi dan memberi penghargaan tinggi kepada pemerintah Provinsi NTT,  telah berhasil melaksanakan pagelaran seni budaya dalam rangka HUT NTT ke 60. Kegiatan ini merupakan kegiatan gerakan masyarakat berbasis budaya, artinya gerakan untuk meningkatkan kepedulian pemangku kepentingan agar terlibat dalam perlindungan,  pengembangan serta pemanfaatan budaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

"Kami melihat pagelaran seni budaya di NTT sebagai momentum strategis untuk meningkatkan potensi kebudayaan dan kegiatan yang mendukung sektor pariwisata prov NTT,  agar banyak wisatawan dalam negeri maupun mancanegara berkunjung ke NTT," ujar Hazwan. 

Pemerintah memandang kebudayaan memiliki peran yang strategis untuk menunjang karakter dan kepribadian bangsa. Untuk itu,peran pemerintah pusat adalah mensinergikan program-program yang ada di pusat untuk mendukung perlindungan,  pemanfaatan dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Di akhir sambutannya,  Hazwan berharap pergelaran seni budaya di NTT ini dapat diselenggarakan setiap tahun,  sehingga selain dapat diperkenalkan kepada masyarakat luas dan generasi muda, pergelaran seni budaya ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat NTT.  Sebab, potensi kebudayaan provinsi NTT sangatlah kaya dan pagelaran ini harus diperkenalkan secara terus menerus dan meluas.  Untuk itu, pemerintah Provinsi NTT memerlukan langkah kongkrit melalui kampanye-kampanye kebudayaan dan penggunaan produk lokal secara berkelanjutan.  

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Istri Gubernur NTT Julie Laiskodat, Kabid tata kelola Kemenko PMK, Amirullah, Kadis kebudayaan kab. Alor,  Sam Fan karya, kadis kebudayaan provinsi NTT, Sinun petrus manuk, kepala sekolah SMKN 4 Kupang, Semin Dolu.

Kategori: