Jakarta (16/8) --- Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum, sore tadi membuka sekaligus memimpin rakor pengembangan program CRS untuk kegiatan produktif, yang bertempat di ruang rapat lt. 4, gedung Kemenko PMK, Jakarta. Rakor ini bertujuan untuk mendorong pengembangan program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kegiatan produktif dalam penguatan usaha ekonomi masyarakat.
Dalam pembukaannya, Indri menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo mengajak semua Lembaga Negara untuk membangun sinergi yang kuat dalam upaya mengentaskan kemiskinan, menekan ketimpangan, dan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak lainnya, baik itu akademisi, swasta, masyarakat, media dan lainnya.
“Indonesia saat ini berada pada posisi puncak bonus demografi periode tahun 2020-2024 paling banyak di Asia tenggara. Untuk itu jika penduduk pada usia produktif tidak diberikan lapangan kerja yang mencukupi maka tentu saja akan sia-sia, ini tentu saja menjadi tugas kita bersama. Optimalisasi bonus demografi juga perlu dilakukan melalui pembangunan manusia yang holistik dan terintegrasi," ujar Indri.
Selain itu, Program CSR ini berfokus terhadap pemberdayaan ekonomi, pendidikan dan pelatihan, kesehatan dan lingkungan, infrastruktur, sosial, serta media komunikasi. Peran BUMDesa juga dapat bermitra dan bekerjasama dengan CSR dalam melaksanakan kegiatan di desa/perdesaan. Indri berharap agar pertemuan ini dapat menyatukan Pemerintah, Akademik, Swasta dan lainnya untuk dapat bekerja bersama membangun kegiatan-kegiatan produktif dalam penguatan usaha ekonomi masyarakat.
Hadir dalam rakor ini perwakilan dari Kemendes, KKP, BI, CSR Solusi Bangun Indonesia, CFCD, Dapur Sampireun serta beberapa perwakilan lainnya.
Foto & Reporter : Rieska
Kategori:
