Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 20, 2017

Jakarta (20/07)--- Kedeputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, siang tadi menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) tingkat Eselon I untuk membahas penyiapan bahan Rakor Tingkat Menteri (RTM) tentang Defisit Keuangan BPJS Kesehatan di ruang rapat lt.4 gedung Kemenko PMK, Jakarta. Rakornis dibuka dan diarahkan oleh Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni; dan dihadiri oleh Deputi bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo; Staf Ahli Menko PMK bidang SDGs pasca2015, Ghafur Akbar Dharma Putra; Asisten Deputi Jaminan Sosial, Togap Simangunsong; dan Jajaran Eselon I dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, BPJS Kesehatan, dan K/L terkait lainnya.

Rakornis kali ini, menurut Choesni, akan mendengarkan paparan lebih lanjut Kementerian Dalam Negeri tentang salah satu opsi atau usulan dalam RTM sebelumnya untuk mengatasi krisis defisit keuangan BPJS Kesehatan. “Terdapat dua sumber dana untuk BPJS Kesehatan menurut kami di Kemendagri yaitu bisa didapat dari pajak rokok dan alokasi bidang kesehatan sebesar 10 persen dari total APBS daerah,” Papar Perwakilan Direktorat Perencanaan Anggaran Daerah Kemendagri, Asran Latif, mengawali paparannya. “Kami di Kemendagri tentu mengakomodir usulan dari Kemenko PMK dan akan memilih serta memilah mana saja daerah (provinsi, kabupaten/kota---red) yang sudah mengalokasikan (10 persen APBDnya—red) dan mana yang belum. Namun memang, mekanisme dan regulasinya itu yang perlu kita bahas lebih lanjut karena ini menyangkut reward and punishment juga.”

Menanggapi hal ini, Choesni kemudian menilai penting dalam RTM selanjutnya untuk mengundang Mendagri dan membahas usulan ini lebih lanjut. Sementara untuk skenario yang sudah ditetapkan untuk mengatasi defisit keuangan ini, disepakati oleh para Peserta rapat bahwa hanya tiga skenario saja yang akan dikemukakan saat RTM nanti. “Paparan kita nanti di RTM harus lebih bagus, lebih rapi agar pimpinan kita nanti membahasnya lebih fokus dan tidak rumit serta tidak melebar kemana-mana,” kata Choesni di akhir Rakornis. (IN)