Jakarta (13/03)--- “Gamifest sebenarnya adalah pintu masuk bagi upaya besar kita bersama dalam rangka pengembangan kawasan Gayo Alas menjadi pusat budaya, ekonomi, dan tentu saja pariwisata. Gamifest tidak selalu berupa perayaan atau ajang tampil kegiatan seni budaya tetapi keberlanjutan dari semuanya itu menuju Gayo Alas yang menyejahterakan baik masyarakat maupun wilayahnya.” Demikian penegasan Asisten Deputi Warisan Budaya pada Kedeputian bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK, Pamuji Lestari, saat memimpin rapat koordinasi yang membahas mengenai persiapan penyelenggaraan Gamifest Tahun 2019 di ruang rapat lt.4, gedung Kemenko PMK, Jakarta, Rabu pagi.
Menurut Pamuji, untuk pengembangan kawasan Gayo Alas lebih lanjut memang diperlukan upaya bersama semua pihak secara gotong royong, baik pusat maupun daerah. “Kita perlu menyiapkan matriks tentang potensi apa saja yang ada di Gayo Alas untuk kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Pusat ke tingkat yang lebih tinggi. Kami juga minta para bupati di kawasan Gayo Alas untuk saling berkoordinasi, berkomitmen memajukan kawasan ini. Jadi, nanti koordinasi antara pusat dan daerah juga sudah sejalan,” katanya lagi.
Gayo Mountain Alas Festival (GAMIFest) Tahun 2019 akan kembali diselenggarakan pada pertengahan tahun ini. Secara bergiliran, Gamisfest akan digelar di lokasi Warisan Dunia dan Warisan Budaya Dunia yang merupakan kerjasama empat kabupaten yang ada di Kawasan Gayo Alas yaitu Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tenggara. Rapat koordinasi pagi ini antara lain bertujuan untuk mendapatkan pemahaman dan persamaan persepsi terhadap persiapan pelaksanaan Gamifest 2019; sosialisasi oleh Kabupaten Dataran Tinggi Gayo Alas dalam penyelenggaraan Gamifest Tahun 2019; dan terwujudnya dukungan program dan kegiatan lintas K/L dalam pelaksanaan Gamifest 2019.
Penyelenggaraan Gamisfest Tahun 2019 ini akan menyajikan pula suatu peristiwa bersejarah berupa penyerahan dokumen siaran bersejarah Radio Rimba Raya setelah mendapatkan dokumen aslinya dari Pemerintah India c.q Direktorat Asia Tenggara, Kementerian Luar Negeri RI untuk selanjutnya diserahkan kepada Menko PMK dan diteruskan kepada Presiden RI sebagai dokumen Negara lalu disimpan di Kantor Arsip Nasional. Rapat pagi ini turut dihadiri oleh Perwakilan dari empat kabupaten di Kawasan Gayo Alas, jajaran K/L terkait, dan Pejabat terkait di lingkungan Kemenko PMK. (*)
Kategori:
