Jakarta (27/11)--- Kurang lebih satu minggu ke depan, perhelatan besar tahunan Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 akan digelar. Segala persiapan teknis pun dilakukan, mengingat acara ini akan dihadiri pula oleh Presiden Joko Widodo. Untuk membahas teknis pelaksanaan utamanya untuk cluster kebudayaan, pariwisata, dan transportasi, Kemenko PMK melalui Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, menggelar rapat koordinasi. Rakor dibuka langsung oleh Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb Achmad Choesni, yang didampingi oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Ade Rustama. Dalam pembukaannya, Choesni memastikan banyak hal teknis kepada para perwakilan K/L terkait. Dia berharap agar seluruh fasilitas pendukung saat acara peringatan berlangsung dapat mudah diakses oleh para peserta penyandang disabilitas.
Untuk masalah transportasi, diketahui masih memerlukan informasi transportasi khusus Penyandang Disabilitas guna memudahkan Penyandang Disabilitas dalam mengakses layanan umum maupun melaksanakan aktivitas. Saat acara peringatan, panitia akan memberikan informasi layanan bengkel modifikasi kursi roda tiga disabilitas dan juga informasi tentang layanan transportasi yang aksesibel, misalnya, Pameran mobil akses milik Pemerintah, Bluebird Life Care, Grab Gerak, dan sebagainya. Sementara untuk masalah budaya dan pariwisata, diketahui akan akan menampilkan sosok Penyandang Disabilitas inspiratif di bidang seni dan pariwisata berupa profil Penyanyi disabilitas; Profil Penari disabilitas; Pameran busana karya desainer tuna rungu internasional: Rafi, Anki, dan lain-lain; Pameran karya seni disabilitas; dan Pameran dan Pemutaran film tentang disabilitas.
Setiap tahun, di tanggal 3 Desember, diperingati sebagai Hari Disabilitas Internasional (HDI), yang dicanangkan oleh Majelis Umum PBB dan disepakati oleh seluruh negara di dunia sejak tahun 1992. Pencanangan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa, peran dan kemampuan para penyandang disabilitas, sekaligus momentum bagi masyarakat internasional memperhatikan dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi para penyandang disabilitas. Tema Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 yang ditetapkan UN Enable yaitu “Empowering persons with disabilities and ensuring inclusiveness and equality” dan tema nasional: ”Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas.” Adapun tema ini berfokus pada Kondisi yang memungkinkan untuk perubahan transformatif yang dipertimbangkan dalam agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) tahun 2030; Sentralitas kemandirian terhadap semua tujuan pembangunan berkelanjutan agenda 2030 yang memberi pesan: "tak boleh seorang pun tertinggal dalam proses pembangunan“; dan Upaya memperkuat peran penyandang disabilitas sebagai agen perubahan melalui penghilangan hambatan dan kesempatan pemersatu untuk berpartisipasi.
Di Indonesia, HDI dimaknai sebagai bentuk pengakuan terhadap disabilitas, peneguhan komitmen seluruh bangsa, dan membangun kepedulian dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan disabilitas. Pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi akademik dan sektor swasta didorong untuk bermitra dengan organisasi disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan oleh penyandang disabilitas. Acara Puncak HDI 2018 akan dilaksanakan di Kawasan Summarecon Kota Bekasi, pada tanggal 2-3 Desember 2018. (*)
Kategori: