Bogor (22/7) --- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) bersama dalam rangka penguatan usaha ekonomi masyarakat di PT. Solusi Bangun Indonesia (PT.SBI), Tbk yang berlokasi di Kembang Kuning, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kerjasama untuk peningkatan CSR pada kegiatan produktif (pertanian dan pertenakan), serta tindaklanjut pembahasan dengan Corporate Forum for Community Development (CFCD) pada rapat koordinasi sebelumnya, 20 Juni 2019.
Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Mustikorini Indrijatiningrum mengatakan bahwa dalam kunjungannya kali ini setidaknya kita dapat melihat pola kolaborasi untuk program pemberdayaan masyarakat melalui CSR. Diharapkan PT.SBI dapat menjadi rujukan atau contoh bagi perusahaan –perusahaan lainnya dalam melaksanakan program CSR yang memberikan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu Indri juga menjelaskan tujuan monev kali ini adalah untuk mengetahui lebih detail terkait PT.SBI dalam memberdayakan masyarakat khususnya dalam mengembangkan program-program inovasi melalui CSR.
"Saya berharap dalam pertemuan kali ini setidaknya kita dapat melihat pola kolaborasi kemitraan "penta helix" yang bagus dalam pengembangan CSR yaitu antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan media. Semoga PT. SBI nantinya dapat menjadi rujukan, best practices bagi perusahaan-perusahaan lainnya” ujar Indri.
Edi Prajitno, GA & Community Relations Manager dan Nova Lina, Community Relations Coordinator dari PT. SBI juga menjelaskan bahwa wilayah pengembangan program CRS PT.SBI ini mencakup 3 bagian wilayah yang terbagi atas 10 Desa dan 2 kecamatan yaitu kecamatan Klapanunggal dan Gunung Putri Bogor.
Kolaborasi kemitraan antar berbagai pihak telah terjalin dalam program CSR PT. SBI yaitu keterlibatan pemerintah desa dan dinas terkait, BUMDes, 85 UMKM, kerjasama IPB dan UGM untuk social mapping dan perencanaan pengembangan usaha serta keterlibatan masyarakat sekitar dalam melaksanakan program usaha dan media untuk promosi pemasaran.
Lebih lanjut, program CSR ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, dimana dalam pelaksanaannya dibentuk dan dikembangkan UMKM center “Restorant Dapoer Sampireun”, “mini market Waroeng BMT” dan “BMT Swadaya Pribumi” sebagai pusat jajanan atau kuliner, kerajinan, warung serba guna serta lembaga keuangan berbasis syariah yang bertujuan untuk membuka akses pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah disekitar pabrik.
Selain itu terdapat pula program pengolahan sampah, kesehatan masyarakat, integrated farming, penggemukan kambing dan sapi di kandang komunal dengan teknologi inovasi tepat guna, penanaman rumput pakan ternak dan serai wangi yang melibatkan petani lokal yang nantinya akan dibuat fasilitas destilasi serai wangi serta memberikan beasiswa pendidikan dan pelatihan kepada warga lokal.
Kegiatan monev kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Dapoer Sampireun, Warung BMT, BMT Swadaya Pribumi, Kandang Sapi Komunal, perkebunan pakan ternak dan serai wangi serta penggemukan ternak domba “Barokah Farm”. Saat Monev berlangsung juga sedang ada mahasiswa yang magang dari berbagai fakultas untuk program "IPB goes to villages".
Hadir dalam kunjungan tersebut Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Ditjen PPMD Kementerian Desa PDTT; perwakilan Direktorat Kerja Sama dan Peningkatan Kapasitas Ditjen PKP serta perwakilan Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal Ditjen PDT, Kepala Desa, Sekjen CFCD, pengurus BUMDes, apararat desa dan pedamping teknis dari IPB
Foto & Reporter : Rieska
Editor : Puput
Kategori:
