Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on June 18, 2019

Jakarta (18/6) -- Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK, Tb. Ahmad Choesni memberikan arahan pada rapat koordinasi (rakor) Persiapan Rencana Ground Breaking Shelter Workshop Bagi Penyandang Disabilitas. Rakor dilaksanakan di ruang rapat Lt.4 Kemenko PMK dan dihadiri perwakilan dari Kemensos, Kemenhub, Bappenas, Kemenakertrans serta pewakilan K/L lainnya.

Menurut Choesni, rakor diselenggarakan dalan rangka tindak lanjut rapat persiapan Ground Breaking Workshop Shelter bagi penyandang Disabilitas yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo. Selai itu, rapat ini juga bertujuan memuktahirkan informasi rencana Ground Breaking Ability Hub-Shelter Workshop bagi penyandang disabilitas serta penguatan K/L yang diperlukan terkait persiapan ini.

Seperti diketahui, lanjut Choesni, rencana Ground Breaking Shelter Workshop bagi penyandang disablitas pada awalnya  dicetuskan oleh Presiden Joko Widodo pada puncak peringantan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember 2015. Presiden berkomitmen untuk membangun pabrik bagi penyandang disabilitas.

"Kemudian rencana tersebut ditegaskan kembali para puncak peringatan HDI pada 3 Desember 2018 di Summarecon Mall Bekasi dan menugaskan Menteri Sosial untuk menindaklanjuti rencana pendirina pabrik bagi penyandang disabilitas dalam mencapai kemandirian ekonomi", ungkap Choesni.

Saat ini, menurut Choesni, pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Perindustrian telah menandatangani nota kesepahaman pada tanggal (27/12/18) yang berisi Program Diklat 3 in 1 yakni: Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan kerja bagi penyandang disabilitas, yang pada tahap awal akan difokuskan pada sektor garmen dan alas kaki berbahan dasar kulit. Sebanyak 204 disabilitas sensorik rungu wicara, 39 disabilitas fisik, dan 25 disabilitas intelektual mengikuti diklat pada (31/01) di Balai Diklat Industri Kementerian Perindustrian dan on site di Perusahaan.

Diklat ini  dilaksanakan selama 21 hari dengan menargetkan sebanyak 72.000 penyandang disabilitas terlibat dalam program ini. Para penyandang disabilitas  akan ditempatkan  pada 12 perusahaan industi diantaranya adalah: PT Wangta Agung; PT Ecco Indonesia; UD Teratai; PT Dwi Prima Sentosa; PT Pradipta Perkasa Makmur; PT Global Apparel; PT Garmindo Prospecta; PT Globalindo Intimates; PT Mataran Tunggal Garments; PT Dan Liris dan PT Pan Brothers. PT Metropolitan Land Tbk sesuai dengan visinya juga bekerjasama dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan wadah bagi penenyandang disabilitas agar dapat melakukan kreasi dan aktifitas ekonomi.

Foto : Rahmad