Jakarta (13/3) -- Asisten Deputi (Asdep) Bidang Pendidikan Tinggi dan Pemanfaatan IPTEk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Asril, memimpin rapat koordinasi (rakor) mengenai Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Jenjang Perkuliahan. Rapat dilaksanakan di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu (13/3).
"KIP untuk jenjang SD-SMA telah memasuki tahun ke-5 sejak tahun 2014 diluncurkan. Program KIP telah membantu jutaan siswa untuk melaksanakan wajib belajar 12 tahun," papar Asril mengawali arahannya.
Menurut Asril, karena suksesnya program KIP bagi siswa SD-SMA, maka, pada tanggal 24 Februari 2019 di Bogor, Presiden menyampaikan program KIP Kuliah bagi para mahasiswa.
"Di tahun 2018, total ada 1,7 juta mahasiswa baru yang diterima di Perguruan Tinggi. Ada 32, 6% merupakan penerima manfaat KIP jenjang SMA. Ketika kita hitung 1,7juta mahasiswa baru yang diterima di Pendidikan Tinggi tahun 2018, 32,6% merupakan penerima KIP dan layak juga menerima KIP Kuliah ", tutur Asril.
Dalam penutupnya, Asril mengharapkan pendataan penerima program KIP juga menerima program KIP Kuliah." Saya mengharapkan datanya, agar siswa eks penerima KIP menerima KIP Kuliah dan susun untuk kebijakan berikutnya", ujarnya.
Hadir dalam rapat perwakilan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Polisi Republik Indonesia, kementerian/Lembaga lainnya yang terkait.
Foto & Reporter : Tri Wahyu S
Kategori:
