Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on July 26, 2019

Jakarta (25/07) – Dalam upaya memperkuat kolaborasi dan koordinasi K/L memlalui regulasi dan program guna menghadapi tantangan pengembangan kewirausahaan yang berbasis digital, Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia Kemenko PMK, Ade Rustama, hari ini mengadakan rakor persiapan tindak lanjut strategi pengembangan kewirausahaan yang inklusif berbasis E-Commerce. Rapat dilaksanakan di ruang rapat lantai 4 Kemenko PMK, Jakarta.

Ade menyampaikan, bahwa rakor ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan iklusif berbasis E-Commerce, mempromosikan dan memfasilitasi dukungan kebijakan dan pengembangan ekonomi inklusif melalui peran serta seluruh pemangku kepentingan serta partisipasi aktif penyandang disabilitas.

“Selain itu, upaya untuk membangun konsesus, mengemukakan ide dan mengidentifikasi kebutuhan prioritas untuk mendukung pengembangan program kewirausahaan E-Commerce yang iklusif bagi penyandang disabilitas “, Lanjut Ade.

Dalam paparanya, Ade mengatakan, bahwa telah dilaksanakan “The Network of Experts on Inclusive Enterprenuership for ASEAN (NEIE ASEAN) di Bangkok pada tanggal 04 Juli 2019 di Bangkok, yang dihadiri oleh 32 peserta anggota, termasuk perwakilan dari Indonesia, Vietnam, Laos, Philipina, Kamboja, Myanmar, Singapura dan Malaysia. 

NEIE ASEAN, kata Ade,  mempromosikan pengembangan kewirausahaan inklusif yang mendukung penyandang disabilitas dan potensinya dapat mencapai peningkatan kualitas hidup melalui kolaborasi sector publik, swasta, organisasi disabilitas dan lembaga akademik. Hal ini bertujuan untuk mempromosikan dan mendukung hak-hak penyandang disabilitas kelompok rentan lainya di komunitas ASEAN.

Sementara itu, strategi pengembangan kewirausahaan E-Commerce antara jejaring kemitraan, pemerintah dan pemangku kepentingan, akan memberikan dampak yang positif bagi kelompok dalam bentuk dukungan kebijakan dan program bantuan yang dapat membantu keberlangsungan program yang dapat membantu pengembangan produksi. Sehingga penyandang disabilitas dapat meningkatkan kepercayaan untuk bersaing dalam bisnis digital baik di Indonesia, ASEAN atau International.

“ Pengembangan teknologi E-Commerce sebagai pemasaran bagi perluasan jangkauan promosi, pengenalan produk dan transaski Bisnis “, Tambah Ade. Untuk itu, dukungan media massa baik secara online ataupun elektronik lainya yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat, akan menjadi pintu gerbang bagi penjangkauan konsumen yang berdampak pada peningkatan produksi.