Jakarta (20/06) – Dalam rangka persiapan rakor pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Provinsi Papua dan Papua Barat yang akan berlangsung pada akhir Juni dan Juli 2019, Kemenko PMK menggelar diskusi di ruang rapat lantai 7 Kemenko PMK, Jakarta.
Diskusi itu sendiri membahas pemberdayaan ekonomi lokal di provinsi Papua dan Papua Barat. Seperti diketahui, Keasdepan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK akan menggelar rakor pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal di Merauke, provinsi Papua yang akan berlangsung pada tanggal 25 Juni 2019. Rakor yang sama akan diselenggarakan di provinsi Papua Barat pada akhir Juli 2019.
Atas dasar itu Kemenko PMK perlu memberikan arahan sekaligus paparan persiapan rakor tersebut yang melibatkan Kementerian/ Lembaga terkait dalam satu rapat sekaligus diskusi pada kamis siang tadi. Kegiatan ini sendiri dipimpin oleh Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK, Mustikorini Indrijatiningrum.
Sebagai informasi, terdapat tiga strategi Inpres Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua. Diantaranya akan fokus pada pembangunan berbasis budaya, wilayah adat serta fokus pada orang asli Papua, khususnya di wilayah terisolir yang sulit dijangkau. Inpres itu sendiri menekankan percepatan pembangunan dalam bidang kesehatan dan pendidikan, pengembangan ekonomi lokal serta infrastruktur dasar, infrastruktur digital dan konektivitas.
Dalam rapat dan diskusi kali ini sempat dibahas peningkatan aktivitas komoditas unggulan lokal seperti kopi, coklat, karet, pala, ubi jalar dan sagu. Termasuk menggali potensi Sumber Daya Alam, kearifan lokal, dan upaya meningkatkan wirausahawan baru.
Kategori:
