Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 04, 2017

Jakarta (04/10) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melaksanakan Program Pemuda Mandiri Membangun Desa (PMMD) di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk membentuk pemuda yang mandiri dan berkontribusi terhadap pembangunan desa.  “Program pemuda mandiri membangun desa akan bisa menjadi penggerak dan pelopor bagi berjalannya roda kehidupan masyarakat di lingkungannya, baik dari segi giat olahraga, sosial, maupun kebudayaan," ujar Plt Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, Senin lalu (02/10).

Program yang dijalankan langsung oleh Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) ini, menurut Nyoman mempunyai peran penting demi memperbaiki serta membangun karakter bangsa Indonesia dalam melaksanakan revolusi mental. “Saya kira sudah saatnya pemuda menjadi pelopor di berbagai bidang dan di setiap wilayah. Program pemuda mandiri membangun desa sangat bagus dan diharapkan mampu bersinergi dengan pendamping desa, perangkat desa dan melekat dengan masyarakat desa akan mampu membawa kemajuan desa sebagaimana diamanatkan dalam UU no. 6 tahun 2014 tentang Desa," ujarnya lagi. Program PMMD ini mengajak 1.500 pemuda/pemudi terbaik dari sepuluh provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, untuk dapat mewujudkan pemuda Indonesia yang mandiri dan berdaya saing serta mampu berpartisipasi mendorong percepatan pembangunan di perdesaan.

Selain itu, Nyoman yang saat ini juga menjadi pengawal dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menegaskan, program PMMD ini mempunyai misi yang besar yakni membangun kemandirian pemuda dengan adanya hasil karya, produksi yang dapat menunjukkan kemampuan desa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, menjadi desa yang kuat dan maju. “Sangat rugi sekali jika PMMD tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, khususnya pemuda,” jelasnya.  Terakhir, Nyoman berharap agar program ini dapat menghadirkan pemuda-pemudi yang dapat memberikan kontribusi nyata terhadap desa. “Saya mengharapkan bahwa melalui program ini akan muncul pemuda/pemudi dari daerah yang dapat terfasilitasi untuk menjalankan program yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Karena jika sudah seperti itu, Revolusi mental akan terwujud.” (rhm)