Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 02, 2017

Jakarta (02/03)--- Kemenko PMK, melalui Keasdepan bidang Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia pada Kedeputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, melakukan audiensi dengan Yayasan Sampaguita, kemarin (01/03). Bertempat di ruang kerja Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Tb Achmad Choesni, salah seorang pengurus Yayasan Sampaguita yang didampingi Chief Excecutive Officer (CEO) PT Didaktika Sekar Mandiri - ‎Dwika Consulting, Kusuma Prabandari, audiensi berjalan dengan akrab. Choesni didampingi oleh Asdep bidang Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia, Ade Rustama beserta jajarannya. Dalam kesempatan ini, Yayasan Sampaguita mengungkapkan keinginannya untuk memperluas jariangan kemitraan dengan pemerintah, termasuk dengan Kemenko PMK, atas apa yang sudah mereka lakukan selama ini.

“Rencana pengembangan kemitraan sangat sejalan dengan tujuan ke-17 SDG’s, yakni kemitraan untuk mencapai tujuan. Dalam hal ini kami bisa mengundang Yayasan Sampaguita pada pertemuan yang kami inisiasi, sehingga dapat terhubung dengan jejaring kemitraan yang telah kami miliki, dari berbagai organisasi disabilitas dan dunia usaha seperti IBM Indonesia yang telah mengembangkan perangkat akses disabilitas netra,” kata Choesni saat merespon paparan dari Pengurus Yayasan Sampaguita.

“Yayasan Sampaguita dapat berbagi pengalamannya  bekerja dengan beberapa perusahaan yang telah melatih dan mempekerjakan disabilitas. Hal ini sebagai masukan bagi kami dalam upaya koordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait, guna merealisasikan komitmen Presiden untuk mendirikan pabrik bagi disabilitas (disability enterprise)”

Yayasan Sampaguita merupakan hasil rintisan beberapa pengusaha wanita tangguh dan sukses yang tergerak hatinya untuk membantu disabilitas yang mengalami gangguan pendengaran (rungu) agar mendapat akses yang setara untuk masuk ke dunia kerja. Kegiatan yang dilakukan Yayasan Sampaguita, yakni: menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan ketrampilan bagi disabilitas rungu, membuka peluang usaha dan kemandirian ekonomi bagi disabilitas rungu dan melakukan sinergi dengan komunitas disabilitas, non disabilitas, dan Pemerintah. Saat ini pihak Yayasan Sampaguita dengan dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan bermaksud mengadakan riset berbasis media, dengan menggunakan perangkat smartphone untuk melihat populasi dan profil disabilitas khususnya disabilitas rungu. (Sumber:Kedep II Kemenko PMK)