Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on March 02, 2017

Jakarta (02/03)--- "Koordinasi intensif dengan K/L terkait seperti kemenperin, kemenkeu, dan kemenristekdikti  akan terus dilakukan. Fasilitasi investasi industri dalam pengembangan pendidikan vokasi, akan dikoordinasikan penyiapan aturan pemberian tax alowance bagi industri yang mendirikan sekolah vokasi atau politeknik agar minat pengembangan pendidikan vokasi semakin besar," demikian penegasan Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama di sela-sela menghadiri peluncuran program Pendidikan Vokasi Industri yang diresmikan oleh Wakil Presiden RI di Kab Mojokerto, Jawa Timur, kemarin (01/02).

Agus yang didampingi oleh Asdep Pendidikan Menengah dan Keterampilan Bekerja, R Wijaya Kusumawardhana, ini juga mengungkapkan bahwa hasil koordinasi yang dilakukan Kemenko PMK melalui program pendidikan vokasi industri di Kab Mojokerto ini telah berhasil menginisiasi kerjasama antara 49 industri dengan 219 SMK di Jawa Timur. Selanjutnya koordinasi akan berlanjut di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Provinsi DKI Jakarta.

Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri merupakan hasil kolaborasi antara Menteri Perindustrian (Menperin) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam rangka mewujudkan link-and-match antara pendidikan vokasi dengan industri, dan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK.

Saat memberikan arahan, Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menekankan bahwa faktor penentu daya saing industri ditentukan dari penguasaan teknologi, akses permodalan, dan ketersediaan tenaga kerja terampil. Industri dapat membeli teknologi dan mencari modal tetapi tenaga terampil harus dari masyarakat. Indonesia punya penduduk yang besar, sehingga Pemerintah harus menciptakan lapangan kerja melalui kemajuan. Kerjasama industri dengan SMK harus terus didorong agar kebersamaan dalam mencapai kemajuan lebih mudah terwujud, karena industri yang mengetahui kebutuhan daya saing. "Kerjasama industri bukanlah charity tapi investasi bagi industri untuk memenuhi kebutuhan masa depan,” ujar Wapres kepada kalangan pengusaha industri. Sementara kepada peserta diklat vokasi diingatkan agar, “Berlatih dengan giat agar memperoleh kemajuan yang tinggi.” (sumber: Kedep IV Kemenko PMK)

Kategori: