Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 22, 2014

Jakarta, 22 Oktober - Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mengusulkan Kota Makassar sebagai nominasi untuk Kota Kreatif Dunia UNESCO.

Hal ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Lokot Ahmad Enda usai bertemu dengan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto di Balai Kota Makassar, Jl Jend Ahmad Yani, Selasa (21/10/2014).

Lokot Ahmad seperti dilansir laman Tribunnews.com., mengatakan Makassar mempunyai kriteria pada bidang budaya dan pariwisata sehingga masuk kategori kota kreatif badan PBB, UNESCO.

"Kota ini sangat berkembang ekonomi kreatifnya, dan perlu kita usulkan sebagai salah satu kota kreatif. Jadi di dunia sudah ada 41 kota kreatif, paling banyak di Cina" ujarnya.

Ia meminta Danny untuk memanfaatkan moment ini untuk meningkatkan kinerjanya supaya kunjungan wisatawan meningkat. Kota Makassar, lanjut Lokot, tidak hanya menjadi kota kreatif dunia tapi juga menjadi kota tujuan pariwisata.

"Namun, proses nantinya cukup panjang. Setelah sosialisasi ini akan ada pertemuan-pertemuan berikutnya untuk rekan-rekan dari komunitas seni dan budaya di Kota Makassar untuk memberikan aplikasi atau proposal terhadap  yang akan diajukan," katanya.

"Dalam aplikasi tersebut dibatasi sebanyak 6.000 kata yang memuat tentang deskripsi potensi yang ada di Kota Makassar. Dengan membaca aplikasi tersebut kita bisa membayangkan kota Makassar seperti apa, sehingga deskripsinya harus jelas," ungkap Lokot Ahmad.

Danny Pomanto mengaku siap untuk bergabung dengan jaringan dunia tersebut. Apalagi didukung dengan jumlah kamar hotel yang mampu menampung 30 orang perhari.

"Makassar punya banyak talenta kreatif. Kami juga sudah merancang festival bulanan, misalnya setiap Oktober ada Makassar Marathon
Internasional dan lain-lain. Kita juga kuat dalam kuliner, atau kulturnya sombere'. Jadi kita siap dengan tantangan ini," ujarnya. (Tn/Gs)