Jakarat, 16 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional Lembaga pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) yang mengambil tema: "Penguatan Peran Lemhanas RI Guna Revolusi Mental Dalam Rangka Pembangunan Nasional". Hadri dalam acara tersebut Gubernur Lemhanas RI, Budi Susilo Soepandji, dan Deputi Menko PMK Bidang Pendidikan dan Agama, Agus Sartono.
Dalam arahannya Menko PMK menekankan pentinganya arti ideologi dalam sebuah bangsa. Sejarah telah mencatat bahwa tidak ada suatu bangsa di dunia yang dapat tumbuh dan menjadi negara yang besar serta kuat tanpa fondasi ideologi yang kokoh. "Amerika, Cina dan Jepang adalah contoh negara-negara maju di dunia yang memiliki fondasi ideologinya masing-masing yang kokoh,"jelas Menko PMK.
Menurut Menko PMK, Ideologi adalah meja statis yang berfungsi menjadi dasar berpijak dan sekaligus sebagai leitstar dinamis atau bintang penuntun yang menjadi pengarah bagi bangsa ini ke mana akan menuju cita-cita perjuangannya. "Dan berdasarkan isi pidato Ir. Soekarno pada sidang Badan Penyidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 1 Juni 1945, maka Pantia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustsu 1948 menetapkan Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara,"terang Menko PMK.
"Sejak saat itulah, hingga saat ini, bangsa Indonesia masih terus dan akan tetap selamanya menjadikan Pancasila sebagai dasar dan ideology Negara serta sekaligus pandangan hidup bangsa (way of life) yang akan menjadi pedoman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,"tambah Menko PMK.
Tantangan Globalisasi
Menko PMK mengatakan, globalisasi yang tengah berkembang dewasa ini, selain membawa nilai-nilai positip dalam peradaban umat manusia di dunia, juga telah membawa berbagai macam implikasi dalam sendi-sendi kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan kita. Berbagai macam ekses dan implikasi globalisasi tersebut jika tidak kita antisipasi dengan baik dan benar akan menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Di sisi lain, lanjut Menko PMK, Pancasila juga bukan merupakan ideologi yang bersifat taken for guaranted maupun ideology yang bersifat statis karena jika Pancasila tidak kita kembangkan dan kita posisikan sebagai ideologi yang dinamis dan ideologi yang bekerja di tengah masyarakatnya (working ideology), maka pada gilirannya Pancasila juga akan kehilangan relevansinya.
"Oleh karena itulah, saya sangat berharap kepada Lemhanas, dalam menjalankan fungsi melakukan kajian-kajian terhadap masalah-masalah ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan, dapat terus melakukan upaya kritis mengembangkan Pancasila sebagai working ideology tanpa harus meninggalkan akar sejarah dalam proses kelahiran Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara sebagaimana yang dimaksudkan Bung Karno dan para Pendiri Bangsa lainnya di tahun 1945 yang lampau,"tegas Menko PMK. (foto:Kristian/deni)
Kategori: