Foto :
- Puput Mutiara
Mataram (8/9) -- Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan sebagai penanggungjawab Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) terus mendorong multipihak untuk saling berkolaborasi menciptakan layanan inklusif dan inspiratif.
Tercermin melalui kegiatan yang dilakukan di Pesantren Darul Falah Pagutan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (8/9). Kemenko PMK bersama Pemerintah Daerah setempat menggandeng masyarakat sipil untuk turut terlibat dalam implementasi GNRM.
Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Kemenko PMK Mustikorini Indrijatiningrum yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan menjelaskan ada lima sasaran yang menjadi prioritas dalam GNRM yaitu Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri, dan Indonesia Bersatu.
"Masing-masing prioritas memiliki target dan capaian yang berorientasi pada perubahan cara pandang, cara kerja budaya, serta perilaku sebagai individu maupun institusi/kelembagaan," ujarnya saat memberikan sambutan pada kegiatan bertajuk Aksi Nyata GNRM dalam Pembangunan Manusia Inklusif.
Menurut Indri, membangun manusia Indonesia yang inklusif artinya tidak ada satupun kelompok yang ditinggalkan dalam pembangunan. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat, termasuk dalam menerima pelayanan dasar dari pemerintah sehingga tidak ada yang termarjinalkan.
Untuk mendorong kesamaan gerak dan langkah dalam implementasi GNRM, Presiden Joko Widodo juga telah menerbitkan Inpres No. 12/2016 sebagai panduan dalam revolusi mental di tingkat nasional dan daerah.
"Di Provinsi NTB ini, untuk mewujudkan GNRM bisa dimulai dari pondok pesantren. Bagaimana membentuk karakter para santri yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa," ucap Indri.
Seraya mengamini, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Tuan Guru Haji Muammar Arafat mengungkapkan bahwa apa yang sasaran dalam GNRM salah satunya sudah diterapkan di lingkungan pondok pesantren.
"Dalam implementasi nilai-nilai Revolusi Mental, kami dari dulu sudah menjalankannya. Para santri diajarkan untuk tidak mementingkan diri sendiri, lebih mengutamakan kebersamaan atau gotong royong, kebersihan, tepat waktu, mandiri dan memberikan pelayanan yang terbaik sebagaimana kita ingin dilayani " tuturnya.
Aksi Nyata GNRM dalam Pembangunan Manusia Inklusif di Mataram, NTB, dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Iswandi. Acara dilanjutkan penyerahan secara simbolik Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Aksi GNRM ini bekerja sama dengan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Mataram, Lakpesdam PCNU Mataram, serta dinas-dinas pemerintahan daerah terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, dan Kepolisian.
Gerakan Indonesia Melayani yang menjadi salah satu target GNRM pun dikemas sebagai bagian dari aksi nyata meliputi pelayanan perpanjangan SIM/STNK, pembuatan KK/KTP/KIA, donor darah, pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, ada pula bazar yang diisi oleh para santri dan masyarakat sekitar. Di satu sisi, tersedia papan besar yang diperuntukkan sebagai sarana pengaduan masyakat offline disamping aplikasi online "NTB Care" untuk menuliskan kritik, masukan, maupun tanggapan tentang pembangunan di Provinsi NTB.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 6.00 WITA dengan diawali jalan sehat melibatkan sedikitnya 5.000 masyarakat termasuk para santri. Tak ketinggalan, berbagai doorprize serta aksi hiburan semakin menambah kemeriahan dan keakraban yang terjalin antar-elemen masyarakat.
Di penghujung kegiatan utama diadakan talkshow bersama Asdep Pemberdayaan Masyarakat, Wakil Ketua PBNU, Kadis Dukcapil Kota Mataram, an Kepala Bagian Data dan Informasi Pemprov NTB.
Kategori:
Reporter:
- Puput Mutiara
