Bandung (21/10)--- Plt. Asdep Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Wagiran, menjadi salah satu Narasumber pada Seminar Nasional tentang Komitmen Kota Bandung dalam mewujudkan Indonesia Bebas Anak Jalanan yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Forkomkasi) di Aula Universitas Pasundan, Bandung.
Wagiran menjabarkan upaya pencegahan anak agar tidak menjadi anak jalanan dengan membangun keluarga berkarakter di hadapan Narasumber lain dan peserta lebih dari 150 Mahasiswa Kesejahteraan Sosial yang berasal dari Jawa Barat dan perwakilan dari luar Jawa.
Menurutnya, penyebab anak menjadi anak jalanan sangat bervariasi antara lain faktor keluarga, faktor ekonomi, faktor lingkungan pergaulan, dan faktor kemajuan teknologi. Faktor keluarga dan faktor ekonomi menjadi yang dominan. Orang tua yang tidak harmonis dan bahkan sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Kesulitan ekonomi dalam keluarga memaksa anak untuk membantu mencari uang di jalanan.
"Selama ini banyak anak menjadi korban dan menjadi pelaku seksual anak, pornografi, dan tindak kekerasan, sebagai salah satu akibat dari anak terlalu mudah mengakses tayangan-tayangan di medsos yang berbau kekerasan, pornografi, dan tidak mendidik lainnya," kata Wagiran lagi.
Penanganan anak jalanan, tambahnya, dilakukan oleh Kementerian Sosial dan Kementerian teknis serta Pemerintah Daerah. Pembangunan keluarga berkarakter sebagai implementasi dalam mewujudkan bangsa yang berkarakter dan penjabaran dari pesan Presiden dalam Peringatan Harganas Tahun 2015 yang menyatakan Bangun Karakter Bangsa mulai dari Keluarga.
Revitalisasi delapan fungsi keluarga yang dipadukan dengan nilai-nilai revolusi mental menjadi pilihan yang tepat untuk membentuk keluarga tangguh dan mampu menangkal pengaruh-pengaruh negatif di bidang kemajuan teknologi terutama teknologi informasi.
"Mengapa membangun karakter bangsa dimulai dari keluarga ? Karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa; Keluarga merupakan tumpuan untuk menumbuhkembangkan dan menyalurkan potensi setiap anggota keluarga; Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan untuk saling asah, asih, dan asuh; dan Keluarga merupakan pilar pembangunan bangsa," demikian Wagiran dalam paparannya. (sumber: Kedep VI Kemenko PMK)
