Jakarta, 8 Desember - Korban minuman keras oplosan di Sumedang yang masuk ke RSUD Sumedang hingga Jumat (5/12/2014) pagi ini bertambah menjadi 103 orang. "Tadi subuh datang lagi dua pasien, jadi dari 101 bertambah lagi menjadi 103 pasien," kata Kepala Humas RSUD Sumedang Iman Budiman di Sumedang, Jawa Barat, pagi ini.
"Puncak pengunjung (pasien) yang datang ke sini hari Kamis (kemarin)," kata Iman Budiman lagi.
Iman mengatakan, seperti dilansir Kompas.com, pihak rumah sakit melakukan penanganan langsung terhadap pasien yang datang. "Kita infus dan kita cek sejauh mana racun yang ada dalam tubuhnya itu menyebar," kata Iman.
Iman memperkirakan, hari ini akan banyak pasien yang sudah diizinkan pulang. "Karena kondisinya sudah membaik," kata dia lagi.
Kebanyakan pasien korban miras oplosan yang berkunjung ke RS untuk melakukan observasi tentang sejauh mana racun yang ada dalam tubuhnya. "Jadi, banyak pasien yang ketakutan karena melihat teman-teman yang lainnya meninggal dunia. Mereka merasa meminum minuman oplosan tersebut sehingga berdatangan ke rumah sakit," ujar Iman.
Berdasarkan observasi tersebut, ada beberapa pasien yang tergolong dalam kondisi serius sehingga masih harus menjalani perawatan intensif. "Tapi, ada beberapa juga kondisinya yang kritis. Bahkan, ada pasien yang sejak dua hari lalu masuk ke sini, tapi sampai sekarang masih kritis," kata dia lagi.
Diberitakan sebelumnya, berdasarkan penjelasan Kasat Narkoba Polres Sumedang AKP I Nyoman Yudhana, para korban mendapat miras oplosan dari sebuah warung di Ciguling, kemudian mereka berpesta miras pada Selasa malam (2/12/2014).
Pesta miras juga berlangsung Minggu malam di Samoha, Kelurahan Pasanggaran Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, serta di Cipacing, Desa Mekarbakti, Pamulihan, dan di Desa Raharja, Kecamatan Tanjungsari.
Pesta Miras di Alun-alun Yogya, 28 Diamankan.
Sementara itu, Jajaran Polsek Gondomanan mengamankan 28 pemuda yang tertangkap basah menengak minuman keras oplosan di Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-alun utara Yogyakarta, Sabtu (6/12/2014). Penangkapan ini dilakukan secara terpisah di pasar yang dibuka beberapa hari tersebut.
"Mereka ditangkap di lima titik lokasi," ujar Kapolsek Gondomanan, Kompol Heru Muslimin, Minggu (07/12/2014).
Heru mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan operasi di sekitar pasar malam untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. Operasi dilakukan mulai pukul 23.00-04.00.
Heru mengatakan, para pemuda yang diamankan menyangkal bahwa mereka hendak bermabuk-mabukan. Mereka mengaku menenggak minuman keras untuk menghangatkan badan.
"Mereka mengaku beli dari teman. Tapi kemungkinan besar ada penjual yang sengaja mengedarkan secara keliling," ucapnya. (Kc/Gs).