Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on November 28, 2017

Jakarta (27/11) --- Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Ekonomi Kreatif, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno menekankan bahwa organisasi Korpri memiliki peran yang strategis khususnya dalam menjadi garda utama untuk mengimplementasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental. “Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang saat ini lebih dari 4,5 juta anggota merupakan potensi strategis dalam Gerakan Revolusi Mental,” ungkap Sidqy saat membuka Acara Sarasehan Internalisasi Revolusi Mental yang dilaksanakan di Gedung Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Jakarta, Senin ini.

Melihat peran strategis dari Korpri, maka penting untuk segera menyusun rencana aksi pembinaan ASN untuk menghasilkan para abdi negara yang berintegritas, beretos kerja, dan bergotong royong. “Saya memandang penting bagi Korpri untuk segera menyusun rencana aksi sehingga dapat membentuk para ASN yang mewarisi nilai-nilai revolusi mental” jelas Sidqy.  Melalui internalisasi nilai-nilai revolusi mental, diharapkan kinerja dari para ASN dalam melayani masyarakat dapat terus meningkat dan memuaskan. “Peningkatan pelayanan publik adalah langkah pemerintah untuk menunjukan komitmennya dalam menjalankan praktek Revolusi Mental” tutur Sidqy.

Selain itu,  hal lain yang juga harus terus dilakukan oleh Korpri adalah perubahan pola pikir ASN untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. “Salah satu upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik harus kita mulai dari aspek yang paling mendasar, yaitu perubahan pola pikir dan kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjadi pelayan rakyat dalam pemenuhan hak-haknya “ ujar Staf Ahli Menko PMK. Sidqy juga menekankan pentingnya ASN untuk menjadi agen perubahan di masyarakat yang dapat berkontribusi pada penguatan kesatuan dan persatuan Republik Indonesia. “Jadilah agen perubahan, dengan menanamkan dan menjalankan dalam kehidupan sehari-hari praktek perilaku yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, kerja keras, optimis, kerja bersama, bersikap toleransi, dan memperkuat ke-bhinneka tunggal ika-an Indonesia” ujar Sidqy mengakhiri sambutannya.

Acara Sarasehan Korpri Tingkat Nasional ini dihadiri oleh Pejabat tinggi di lingkungan Korpri dan Kemenko PMK di antaranya Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Zudan Arif Fakhrulloh, Sekretaris Jenderal DPKN yang juga menjabat Kepala BKN Bima Haria Wibisana, dan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan Kemenko PMK Nyoman Shuida. Selain itu, hadir juga pengurus Korpri dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, NTT, Gorontalo, Bengkulu dan lainnya.  Dalam sesi sarasehan kali ini, hadir sebagai narasumber yaitu Staf Ahli Bidang Ekonomi Kementerian dalam Negeri Hamdani, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan, Kebijakan, dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah II Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Jeffrey Erlan Muller, dan Tenaga Ahli Menko OMK sekaligus Anggota Gugus Tugas Revolusi Mental Arif Budimanta. Melalui Sarasehan Internalisasi Revolusi Mental ini diharapkan dapat terwujud sikap mental pelayanan publik sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa bagi anggota KORPRI.

 

Kategori: