Jakarta (6/8) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani sambangi Kompas Grup di Gedung Menara Kompas, Jakarta, Selasa sore (6/8). "Silaturahmi ini dalam rangka membangun sinergitas antara pemerintah dan media", ujar Menko PMK.
Didampingi oleh Staf Khusus Menko PMK, Dolfie OFP; Anggota Gugus Tugas Revolusi Mental, Arief Budimanta; dan Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Charles Honoris, Menko PMK diterima langsung oleh Lilik Oetomo, CEO Kompas Gramedia; Budiman Tanuredja dan Rikard Bagun, Wakil PU Harian Kompas; Rosianna Silalahi, Pemred Kompas Tv; Moh. Bakir, Wapemred Harian Kompas; Ninuk Pambudi, Pemred Harian Kompas; dan Wisnu Nugroho, Pemred Kompas.com.
Dalam kurun pemerintah Presiden Joko Widodo periode pertama, sambung Menko PMK, sinergi antara pemerintah dan media, khususnya Kompas berjalan dengan baik. Namun masih banyak celah-celah yang terlihat kurang harmonis. Misalnya, masih sedikit pemberitaan yang berkaitan dengan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah. Sehingga masyarakat banyak yang belum mengetahui capaian kinerja pemerintah. "Dalam hal ini ada informasi yang tidak tersampaikan sehingga komunikasi antara pemerintah dengan media, khususnya Kompas tidak berjalan yang diharapkan", katanya.
Menurut Menko PMK, selogan kerja,kerja, dan kerja bukan hanya sekedar selogan. Presiden Jokowi dalam bekerja benar-benar tidak ada hari libur, bagi Pak Jokowi bekerja adalah liburannya. Bahka Pak JK (red. Jusuf Kalla) pernah berucap kepada saya, kalau dalam 1 tahun ada 360 hari maka rapat-rapat dan blusukan yang di laksanakan lebih dari 1000 hari dalam setahun. Itu artinya pemerintah bekerja sungguh-sungguh buat rakyat dan republik ini.
Menko PMK juga mengungkapkan, bahwa di kementerian yang berada dalam koordinasi Menko PMK, banyak juga capaian yang telah dihasilkan salah satunya adalah penurunan angka kemiskinan mencapai 9,41% pada Maret 2019 serta peningkatan pelayanan ibadah haji, yaitu pemeriksaan visa jamaah haji di asrama haji di Indonesia sehingga jamaah haji tidak perlu lagi menunggu pemeriksaan berjam-jam untuk bisa masuk Saudi Arabia dan penyewaan pondokan jamaah haji yang berjarak hanya puluhan meter dari Masjidil Haram secara multiyears sehingga dapat memudahkan jamaah haji dalam beribadah.
"Namun demikian, sedikit sekali publikasi keberhasilan atau capaian pemerintah yang ditampilkan oleh media. Untuk itu kedatangan saya ke Kompas ini selain untuk meminta masukan dan apa yang saya lakukan baik sebagai Menko atau sebagai Puan Maharani terkait dengan dengan isu-isu yang saat ini beredar dan berkembang, saya juga berharap adanya kritik yang konstruktif dari media sehingga senergi antara pemerintah dan media dapat berjalan harmonis", ujar Menko PMK.
Pada kesempatan tersebut Menko PMK juga berharap kepada Kompas untuk turut serta membantu pemerintah dalam meminimalisir dan memerangi paham radikalisme dan politik identitas yang berlebihan. Sebab paham radikalisme dan politik identitas tidak sesuai dengan Indonesia yang beragam dan berbhineka.
Foto : Dwi
Kategori:
