Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on June 27, 2019

Jakarta (27/06) -- Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida didampingi Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenporan, Yuni Poerwanti dan Asisten Deputi (Asdep) Bidang Olahraga Kemenko PMK, Gatot Hendrarto memimpin  Rapat Koordinasi Teknis Persiapan Penyelenggaraan PON XX Papau, di Hotel Ibis, Jakarta, Kamis pagi.

"Hari ini kita ingin menuntaskan rapat teknis yang "printil-printil" yang banyak sekali mempengaruhi perjalan INPRES Percepatan. Sekaligus menyiapkan beberapa usulan kepada pak Menteri Pemuda dan Olahraga agar kita melaksanakan rapat nasional perisapan pelaksanaan PON Papua yang dipimpin langsung oleh Menpora", Kata Shuida mengawali arahannya.

Shuida mengatakan, Setelah rapat terakhir tanggal 17 Juni 21019 di Setneg, perkembangan terbaru terakit Rancangan INPRES Percepatan saat ini masih berada di Sekretariat Negara (Setneg) untuk diproses. Untuk itu, perlu antisipasi persoalan yang muncul saat implementasi INPRES setelah ditetapkan kemudian, khususnya terakit dengan teknis dan administrasi pembangunan venues.

Shuida menambahkan, bahwa dalam Rancangan INPRES Percepatan ada penambahan usulan venue, yaitu panahan, gateball, ski air, conoeing slalom, conoeing sprint, rowing, tradisional boat race, dan balap motor. "Dan kita tahu masih ada persoalan teknis dan administrasi yang dapat memperlambat proses pembangunan veneu-venue yang dimaksud", ujarnya.

"Jadi, kita memiliki beberapa pending isu yang harus segera dituntaskan. Selain menyelesaikan dokumen administrasi pembangunan venue, kepastian teknical delegate (TD) pembangunan venue yang diusulkan Rancangan INPRES percepatan, juga kepastian lokasi veneu gateball, serta desain panataan kampung Doyo Baru dan Kampung Harapan", ungkap Shuida.

Sementara Plt. Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olaharaga Kemenpora, Yuni Poerwanti mengatakan, menindaklanjuti rapat pada tanggal 17 Juni 2019 di Setneg, Kemenpora yang pimpin langsung oleh Menpora telah melaksanakan supervisi awal dengan mengunjungi Papua dan melaksanakan rakor pada tanggal 21 Juni lalu. Banyak masukan dan usulan dari Bupati dan Walikota yang wilayahnya masuk dalam 10 cluster tempat pertandingan PON. "Prinsipnya kami mencatat yang menjadi kekurangan atau kendala yang disampaikan saat rakor tersebut," ujarnya.

Intinya, lanjut Yuni, khusus Papua memang tidak bisa disamakan dengan wilayah lain, karena di Papua itu ada wilayah Pegunungan, datar, dan pesisir sehingga dari segi transportasi saja biayanya tinggi. Jadi, apabila dalam pelaksanaan pembangunan venue di Papua ada yang bilang dananya kurang kami bisa memahami itu.

Terkait dengan persiapan akomodasi pelaksanaan PON nanti, Yuni menyampaikan bahwa Kemenpora telah menemukan solusi yang cukup efektif yaitu dengan mengoptimalkan lambaga/balai diklat yang ada di Papua. Seperti LPMP yang memiliki 500 kamar namun tidak memiliki AC. Dan banyak lagi tempat-tempat serupa yang ada di Kabupaten/Kota di Papua.

"Namun yang lebih penting adalah membangkitkan semangat dan harapan masyarakat Papua untuk mensukseskan even PON XX tahun 2020 di Papua. Kebanggaan masyarakat Papua terhadap penyelenggraan PON ini harus meresap hingga kedalam Jiwa", kata Yuni.

Hal senada juga disampaikan Shuida, bahwa dukungan kementerian/lembaga sangat penting dalam mensuskeskan PON Papua, karena dengan kerjasama semua pihak tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.

"Untuk itu, setelah rapat ini, kemudian rapat nasional persiapan PON yang dipimpin oleh Menpora, kami akan melaksanakan rakor tingkat menteri untuk meminta dukungan K/L terkait dah hasilnya akan di rataskan", kata Shuida.

Hadri dalam rapat, perwakilan KemenPUPR, Kemenpora, Pemprov Papua, Pewakilan Cabor Dayung, Gateball, Balap motor, panahan, dan lain sebagainya.

Kategori: