Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 23, 2014

Mamuju, 23 September  - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengimbau masyarakat untuk dapat melindungi diri dari bahaya asap akibat kebakaran hutan yang terjadi di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan belakangan ini.

"Asapnya menyebabkan polusi dan mengganggu pernapasan, juga mengganggu penglihatan dan menimbulkan infeksi pada mata," kata Menkes di Jakarta, Senin (22/9/2014, seperti dilansir laman Antaranews.com.

Karena dampak yang berbahaya itu, masyarakat diimbau untuk dapat mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak penting selama masih ada polusi asap.

"Jika harus keluar rumah sebaiknya menggunakan masker," ujar Menkes.

Dinas Kesehatan setempat, kata Menkes, telah membagikan masker saat polusi asap menimpa kawasan permukiman. Begitu juga dengan sosialisasi terkait dengan menjaga kondisi kesehatan selama terjadi polusi.

Secara detail, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoga Aditama memaparkan asap kebakaran hutan itu dapat menyebabkan gangguan pada paru dan pernapasan seperti peningkatan ISPA dan perburukan penyakit asma, bronkitis dan emfisema.

Selain itu, asap juga dapat menyebabkan gangguan pada organ lain seperti mata (iritasi dan peradangan), hidung (iritasi dan alergi) dan gangguan kulit, memperparah berbagai penyakit kronik yang ada serta menyebabkan gangguan saluran cerna karena bahan makanan dan minuman jadi tercemar oleh debu kebakaran hutan.

Untuk pencegahan terjadinya masalah dan penanggulangan, Tjandra mengatakan masyarakat perlu sedapat mungkin menghindari/mengurangi menghirup asap dengan cara membatasi aktivitas di luar ruangan atau mengenakan masker serta mencegah agar asap masuk ke dalam rumah.

Selain itu perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga diharapkan untuk tetap dilaksanakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan bagi yang mengidap penyakit kronik diminta untuk ekstra waspada dan memeriksakan diri.

"Kegiatan umum juga perlu ditingkatkan seperti menjaga kebersihan, menutup sumur serta bahan makanan minuman dan makanan minuman dimasak dengan baik," ujar Tjandra.

Warga Pekanbaru mulai terserang ISPA

 

Sementara itu, aparat Dinas Kesehatan Pekanbaru, Provinsi Riau, mengatakan, warganya saat ini mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan bahkan dalam dua hari terakhir jumlahnya bertambah signifikan pascamemburuknya udara akibat polusi asap.

"Sepekan ini penderita ISPA batuk pilek mencapai 1.705 orang dan 25 orang mengidap pneumonia," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru M Noer di Pekanbaru, Jumat.

Kata dia jumlah ini meningkat setiap harinya dari laporan Puskesmas yang membuka posko tanggap kabut asap. Pasien yang datang berobat keluhannya kebanyakan terserang penyakit saluran pernafasan, demam tinggi dan flu.

"Puskesmas mencatat jumlah warga terjangkit ISPA pada Kamis bertambah 243 orang dari hari sebelumnya," terang dia.

Di perkirakan angka tersebut akan bertambah terus setiap harinya karena kondisi udara yang semakin tidak sehat di Pekanbaru. Apalagi saat ini Puskesmas lebih proaktif untuk mendata perubahan kunjungan pasien yang menderita ISPA setiap harinya untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan sebagai acuan dalam membuat kebijakan dampak dari memburuknya udara.

Untuk mengantisipasi kondisi udara tersebut M Noer menjelaskan sejauh ini pihaknya sudah membagikan masker sebanyak 75.400 bagi masyarakat melalui 20 Puskesmas yang ada. Pelindung pernafasan ini juga disebar ke sekolah-sekolah dan instansi pemerintah yang membutuhkan.

"Sekarang kita masih memiliki stok masker lagi sebanyak 3.650 lembar. Untuk kekurangan kita akan koordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau untuk penambahan," terang dia.

Sementara pembagian masker terhadap pengguna jalan raya dia menambahkan pihaknya sudah mendapat informasi akan turun kelapangan Jumat di tiga titik. Lokasi yang ditentukan antaranya di depan kantor Gubernur Riau jalan Sudirman, depan mall SKA dan di depan MTQ.

Berbicara libur anak sekolah, dia juga mengatakan wali kota sudah menginstruksikan tim memantau kondisi udara secara terus menerus dan tanggap ketika udara memburuk menjadi level berbahaya tanpa di perintah Disdik akan meliburkan proses belajar mengajar.

"Sesuai arahan Walikota tiga satker yakni Disdik, BLH dan Diskes harus siaga untuk memantau kondisi udara , ketika semakin memburuk setiap mereka sudah tahu mengambil kebijakan yang harus di lakukan," kata dia.

Terkait obat-obatan untuk antisipasi penyakit ISPA yang terjangkit di masyarakat, Puskesmas juga kini sudah disiagakan dan stoknya cukup.

"Kita minta setiap puskesmas melaporkan stok obat mereka per periodik sehingga jika ada kekurangan bisa di penuhi secepatnya," saran dia.

Sementara itu untuk posko pelaporan kebakaran sendiri yang di buka di Badan Penanggulangan Bencana alam dan Pemadam Kebakaran menyiagakan sebuah ambulance dan tim petugas dari dinas kesehatan.

"Antisipasi jika terdapat laporan kebakaran baik rumah maupun lahan yang membutuhkan pengobatan dan pemadaman," tutup dia.

Sebelumnya data Badan Meterologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Pekanbaru mencatat kondisi titik api terbaru terdapat 329 di Sumatra, Sumsel 218 titik, Jambi 49 dan Riau 29 yang terdiri dari 21 Inhil, 5 di Inhu dan 3 Pelalawan. sementara jarak pandang di Pekanbaru mencapai 800 meter dengan arah angin bergerak dari Selatan ke Utara. (Ant/Gs)