Foto :
- Deputi 5
Semarang (05/03)--- Dalam penyelenggaraan suatu kegiatan diperlukan adanya penyamaan persepsi, pematangan persiapan, penyempurnaan konsep, dan komitmen bersama sehingga visi, misi, dan strategi dari penyelenggaraan suatu kegiatan dapat dieksekusi dengan baik. Selain itu, kesuksesan suatu kegiatan sangat bergantung pada proses persiapan sebelum kegiatan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan. Sebelum suatu kegiatan diselenggarakan, diperlukan adanya pemetaan mengenai keterbatasan yang dimiliki dan potensi hambatan yang akan muncul serta upaya yang dapat dilakukan dalam menangani keterbatasan dan hambatan tersebut. Oleh karena itu, dalam upaya penyamaan persepsi dan pematangan konsep, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Gladian Sejarah Pemuda Indonesia (GSPI) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Gladian Sejarah Pemuda Indonesia (GSPI) merupakan rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 4 - 7 April 2019 mendatang di Kota dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Penyelenggaraan GSPI ini merupakan bagian dari upaya membumikan Gerakan Nasional Revolusi Mental yang melibatkan perwakilan pemuda hasil seleksi dari berbagai provinsi di Indonesia dengan latar belakang agama, suku, minat, dan prestasi yang beranekaragam. Dalam pelaksanaannya, para pemuda akan disebar ke berbagai lokasi di Kota dan Kabupaten Semarang untuk mengetahui masalah yang terjadi di masyarakat serta pada akhir kegiatan para pemuda akan memberikan usulan dan saran untuk menanggulangi masalah yang mereka temukan agar tidak terulang kembali di masa yang akan datang.
Persiapan penyelenggaraan GSPI lalu dilakukan di Kota Semarang pada Kamis (28/02) lalu. Tujuan persiapan ini adalah untuk menyamakan persepsi dan mendapatkan masukan terhadap pelaksanaan GSPI tahun 2019; menyempurnakan konsep pelaksanaan GSPI tahun 2019 terkait dengan persyaratan peserta; serta pematangan metode pelaksanaan, bentuk kegiatan, lokasi kegiatan dan sinkronisasi kegiatan dengan Kemendikbud dan Pemprov Jawa Tengah. Selain itu, FGD ini juga berupayamendapatkan komitmen Bersama antara Kemenko PMK, Kemendikbud dan Provinsi Jawa Tengah dalam mensukseskan pelaksanaan GSPI tahun 2019.
FGD ini turut dihadiri oleh antara lain Asisten Deputi Warisan Budaya pada Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan; Direktur Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah; serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Satuan Polisi Pamong Praja, Badan Kesbangpol, Badan Narkotika Nasional, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah, serta Gerakan Kerelawanan Internasional (GREAT) Indonesia.
FGD pada akhirnya menyepakati sejumlah hal penting yaitu Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah terkait dukungan dalam pembentukan SK Panitia Pelaksana GSPI mengenai penunjukan peserta oleh Bupati/Walikota untuk mengikuti kegiatan GSPI; memfasilitasi penyampaian informasi dan sosialisasi kegiatan GSPI, memfasilitasi perizinan kegiatan; dan memfasilitasi trasportasi maupun akomodasi peserta selama kegiatan.Selainitu, disepakati pula adanya Naskah Perjanjian Kerjasama antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk pelaksanaan GSPI.
Beberapa bentuk tindak lanjut pascaFGD yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait adalah personil yang mewakili instansi masing-masing pada kegiatan FGD GSPI diminta melaporkan hasil kesepakatan bersama ini kepada instansinya masing-masing untuk ditindaklanjuti. “Kami berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan dan mensukseskan GSPI 2019 sebagai wujud nyata implementasi dari fungsi koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian. Untuk itu, melalui FGD ini kami sangat berharap adanya penyamaan persepsi dan pematangan persiapan serta tindak lanjut dari Kementerian dan Lembaga Terkait,” kata Asisten Deputi Warisan Budaya Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pamuji Lestari. (sumber: Kedep V Kemenko PMK)
Kategori:
Reporter:
- Deputi 5
