Jakarta, 23 Februari - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani memberikan kuliah umum pada kegiatan Penulisan Karya Ilmiah yang diselenggarakan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Jakarta, Senin (23/02/2015). Tampak hadir dalam acara tersebut anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof. Malik Fajar, dan Ketua Umum DPP IMM Beni Pramula.
Dalam pidato Kuliah Umum yang berjudul "Menciptakan Sumber Daya Manusia yang Berbudaya Nasional dan Berwawasan Internasional" Menko PMK menekankan pentingnya memiliki rasa bangga terhadap Indonesia sebagai bangsa maupun sebagai negara. Implementasi rasa bangga tersebut harus tercermin dalam kehidupan berbangsa maupun bernegara.
"Namun saat ini rasa bangga tersebut mulai luntur dikarenakan rakyat Indonesia sendiri mulai jarang menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada acara-acara seremonial bahkan ketika lagu tersebut dinyanyikan tidak ada rasa hormat dan khidmat," ungkap Menko PMK.
Menurut Menko PMK, rasa hormat terhadap lagu kebangsaan maupun kepada bendera merah putih bukan tampa makna, jelas sekali bahwa lagu kebangsaan dan bendera kebangsaan merupakan hasil yang didapat dari perjuangan para pendahulu kita atau founding father dalam merebut kemerdekaan dari tangan penajajah. "Tanpa adanya perjuangan dari pendahuli kita untuk merebut kemerdekaan tentu tidak ada negara yang namanya Indonesia," tegas Menko PMK.
Karena itu Kemenko PMK akan mendorong Kementerian Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mewajibkan lagi kurikulum Pendidikan Pancasila, sejak dari SD sampai SMA/SMK. Antara lain dengan kewajiban agar semua sekolah menggelar upacara bendera, sedikitnya satu kali dalam sepekan.
"Karena dari pelaksanaan upacar bendera inilah murid-murid sekolah akan menghayati lagu kebangsaan Indonesia Raya, menghormati bendera merah putih sebagai bendera nasional dan mengenal pancasila sebagai identitas nasional," jelas Menko PMK.
Menurut Menko PMK, Identitas Nasional Indonesia adalah sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnya pun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila.
"Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh sebab itu, nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas," terang Menko PMK.
Menko PMK mengatakan, persoalan yang kita hadapi saat ini adalah bagaimana mempertahankan Pancasila sebagai Identitas Nasional yang kini dikepung oleh proses globalisasi yang tak dapat diabaikan oleh setiap masyarakat dan bangsa di dunia ini. Tidak ada satu pun manusia, masyarakat, dan bangsa yang luput dari pengaruh globalisasi.
"Inti kehidupan berbangsa adalah budaya. Apabila budaya bangsa diusik, maka terusiklah pula identitas bangsa itu. Gelombang globalisasi dapat melunturkan rasa kebangsaan atau identitas bangsa . Oleh sebab itu diperlukan usaha-usaha agar supaya budaya dan identitas bangsa akan tetap hidup dan berkembang di dalam budaya global," terang Mneko PMK.
Menko PMK mengatakan, titik tolak dari kedua hasil usaha ini tidak lain daripada SDM yang dikembangkan berdasarkan budaya bangsa itu sendiri. Tidak ada orang lain yang akan mempertahankan kebudayaannya sendiri selain pendukung kebudayaan itu sendiri, yaitu manusia dan bangsa yang memilikinya. (deni)
Kategori: