Jakarta, 23 Nopember - Perhatian pemerintah kepada guru-guru di daerah pelosok masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan berjanji akan memberikan perhatian lebih kepada guru-guru tersebut.
"Ke depan kita akan berikan perhatian jauh lebih besar perhatian itu dalam beberapa bentuk," ujar Anies di Kantor Radio Republik Indonesia, Medan Merdeka Barat, Jakarta, Sabtu (22/11/2014).
Menteri Anies berjanji akan merancang beberapa program agar guru-guru di daerah perbatasan dan di pulau-pulau lebih diperhatikan. Diantaranya tunjangan kepada guru-guru, fasilitas sekolah dan meningkatkan materi bahan ajar.
"Sering kali materi yang mereka berikan itu terlambat. Saya sudah lama mengelola sekolah-sekolah di pelosok dan merasakan sekali beratnya," cerita Anies.
Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat tersebut mengaku perbedaan antara guru-guru di kota dan di pelosok daerah memang jauh berbeda. Ia mencontohkan minimnya peralatan sekolah-sekolah di pelosok untuk menggelar upacara bendera.
"Jadi kita ingin memastikan itu, sekolah-sekolah yang tidak memenuhi standar pelayanan minimal itu banyaknya 70 persen. Ini tidak di pelosok saja tapi banyak tempat, jadi banyak yang harus kita bereskan," jelas Anies.
Menteri Anies Bakal Optimalkan Program Pendidikan SM3T
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengaku tidak akan mencampuri urusan program "Indonesia Mengajar" yang pernah digagasnya.
"Kalau 'Indonesia Mengajar' kan aktivitas masyarakat. Kalau saya menggunakan fasilitas negara dan jangan aktivitas masyarakat itu dicampur biar itu didorong terus," katanya.
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu mengatakan akan merancang program pendidikan baru bagi daerah-daerah tertinggal agar lebih baik. Ia berusaha mengoptimalkan program pemerintah melalui Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).
"SM3T itu dorong terus tapi tidak bisa ad hoc begitu, itu jangka pendek," kata Anies.
Menteri Anies berjanji akan mendorong program jangka panjang bagi sekolah-sekolah di daerah tertinggal. Upaya itu akan dilakukan melalui kabupaten dan provinsi untuk menyiapkan fasilitas yang lebih memadai.
"Apa yang dikerjakan beberapa kabupaten terobosannya bagus. Misalnya gedung Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama digabung. Jadi terobosan-terobosan itu diperlukan," ucap Anies.
Sebelum menjabat menjadi menteri, Anies aktif dalam meningkatkan mutu belajar daerah-daerah pelosok. Melalui program Indonesia Mengajar, ia mengirim tenaga pengajar muda untuk dikirim ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.(Tn/Gs).