Jakarta, 6 Desember - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan persoalan pendidikan bukan hanya masalah program semata tapi sebuah gerakan.
"Kalau program itu kepemilikan masalah ada di pengelola tetapi pendidikan sebagai gerakan, kepemilikian masalah ada pada semua," kata Anies di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Sabtu (6/12/2014).
Mantan Rektor Universitas Paramadina itu seperti dilansir laman Tribun News, menuturkan pendidikan harus dimulai oleh orang-orang yang mempunyai kepedulian. Ia menegaskan, kepemilikan masalah pendidikan di Indonesia harus menjadi program bersama.
"Saya tidak bisa bayangkan setelah Indonesia merdeka pendekatannya program bukan gerakan,"ucap penggagas program Indonesia Mengajar itu.
Langkah gerakan perubahan tersebut bisa diawali oleh para guru dengan berpartisipasi dalam menyusun Wikipedia. Hal ini berdasarkan penyusunannya bisa ditulis oleh siapa dan dimana saja termasuk oleh guru.
"Panggil semuanya agar tidak menjadikan pendekatannya sebagai program tetapi gerakan. Saat ini banyak program ditonton saja oleh rakyat," kata Anies.
Kirimkan Surat Edaran ke Sekolah Terkait Perubahan Kurikulum
Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud memastikan menghentikan kurikulum 2013. Kebijakan ini akan diikuti surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke setiap sekolah.
Rencananya, Kemendikbud akan mengirimkan surat edaran tentang penghentian Kurikulum 2013 pada Sabu (6/12/2014).
"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa memulai kembali menyiapkan kurikulum 2006," ujar Anies saat konfrensi pers di kantor Kemendibud, Jakarta, Jumat (5/12/2014).
Menurut Anies, evaluasi kurikulum baru bisa terlihat jika pelaksanaanya di seluruh sekolah. Kemendikbud menilai kurikulum 2013 harus dilakukan dengan bertahap.
"Masalah kurikulum 2013 bersifat konseptual. Contohnya, ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum, hingga ketidakselarasan antara gagasan dengan isi buku teks," ucap Anies.
Anies meminta perubahan kurikulum 2013 ke 2006 tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, konsep kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi oleh kurikulum tahun 2006.
"Kepada guru di sekolah, kami mengharapkan kreativitas dan keberanian guru. Kreativitas guru dalam berinovasi, kunci bagi pergerakan pendidikan di Indonesia," tambah Anies.
Ia menambahkan, pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebut, guru dan kepala sekolah memiliki peran vital untuk meningkatkan kualitas pendidikan. (Tn/Gs).
Kategori: