Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 13, 2014

Jakarta, 13 Agustus – Menko Kesra HR. Agung Laksono mewakili Presiden dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap besar MUI sejalan dengan Pemerintah dalam rangka peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

“ Saya berharap besar MUI sejalan dengan pemerintah dalam rangka peningkatan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat,  antara lain melalui bidang perbankan syari’ah, pemberdayaan wakaf,  zakat, infaq dan shodaqoh serta hal lain yang dapat menciptakan terjaminnya produk-produk ekonomi umat dari pengaruh ekonomi yang liberal’, tegas Menko Kesra mewakil Presiden RI dalam pembukaan Rakernas MUI 2014, Rabu (13/8/2014) pagi di Hotel Sultan, Jakarta.

Lebih lanjut Menko Kesra “ Oleh karena itu saya berharap, MUI turut mendorong disahkannya Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH) menjadi undang-undang.  Mari kita mencari terobosan agar berbagai fatwa memiliki kekuatan hukum dalam tata perundang-undangan Negara”.

Dalam mengawali sambutan Rakernas MUI 2014 tersebut, Menko Kesra mengatakan bahwa pada kesempatan yang membahagiakan ini, mari kita sama-sama memanjatkan puji syukur ke hadirat  Allah swt., Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya kita masih diberi kekuatan, kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita, yaitu menunaikan tugas dan pengabdian untuk bangsa dan negara kita tercinta ini. Shalawat dan salam, kita haturkan kepada Baginda Nabi Besar Muhammad saw., keluarga, para sahabat, dan para pengikutnya, termasuk kita semua hingga akhir zaman nanti. Amin Ya Robbal Alamin.

Menko Kesra selanjtnya mengatakan “Berkenaan masih dalam suasana bulan Syawal ini, sebelum menyampaikan beberapa hal, terlebih dahulu  saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh jajaran pengurus MUI pusat dan daerah, juga kepada seluruh hadirin/hadirat peserta Rapat Kerja Nasional MUI.  Pada saat yang baik ini pula, saya mengucapkan selamat ulang tahun (Milad) MUI ke-39. Semoga MUI  senantiasa dapat mengemban tugas mulianya  lebih optimal lagi, dalam rangka menegakkan ajaran agama Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Semoga amal kebajikan semua pengurus MUI  diterima oleh Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin”.

Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Menko Kesra dalam kesempatan tersebut menandaskan “Acara hari ini sungguh indah dan menarik, selain menjadi forum silaturahim untuk mempererat ukhuwah islamiyah, rasa persaudaraan, diharapkan pada Rapat Kerja Nasional ini dapat merumuskan kebijakan dan program strategis MUI  tingkat pusat maupun daerah  untuk peningkatan pembangunan bidang keagamaan, wabil khusus  yang berkaitan dengan peningkatan moral dan akhlak bangsa”.

“ Maka dengan demikian,  saya menilai  sangat tepat tema yang dicanangkan  pada Rakernas 2014 hari ini, yaitu ”Memantapkan Peran MUI Dalam Perbaikan Akhlak Bangsa Dan Penguatan Ekonomi Umat”,  karena akhlak dan moral merupakan fondasi utama  bagi terciptanya hubungan baik, antara manusia dengan Tuhan Allah SWT, hubungan baik dengan sesama manusia dan hubungan baik dengan lingkungan alam semesta”, lanjut Menko Kesra.

Tugas Kita Bersama

Menko Kesra menegaskan bahwa kejayaan dan kesejahteraan  bangsa  akan  ditentukan oleh karakter dan akhlak bangsanya. Apabila mereka memiliki akhlaqul karimah, budi pekerti yang luhur dan karakter yang baik, niscaya akan tercapai ketentraman, kedamaian dan kemakmuran. Sebaliknya suatu  kaum atau negara akan hancur bilamana telah dihinggapi dengan rusakan dan  kebobrokan  akhlaknya.

Sesungguhnya ini adalah tugas kita bersama, antara  ulama dan Umaro harus seirama dan sejalan dalam membina umat manusia.  Para ulama sebagai pewaris para nabi, memiliki kapasitas dalam mengemban tugas  risalah kenabian  untuk beramal ma’ruf nahi munkar. Sedangkan pemerintah siap mendukung dan mengamankan program kebijakan MUI.  Untuk itu saya berharap kepada para ulama terus mengambil peranan dalam rangka menentramkan hati umat  sebagai bekal untuk menghadapi tantangan hidup yang semakin komplek di zaman modern.

Tingkat Kesejahteraan Ekonomi Masih Rendah

Menko Kesra mengatakan bahwa selain  permasalahan akhlak dan moral.  Indonesia sebagai negara yang besar penduduknya, namun tingkat kesejahteraan  ekonominya masih relatif rendah.  Pemerintah telah  berupaya  menaikan kesejahteraan rakyat. Sejak masa Kabinet Indonesia Bersatu ke I dan II,  telah berhasil menurunkan angka kemiskinan, dari kurang lebih 17%, kini telah menurun pada angka 11%, sedang targetnya sampai akhir pemerintahan nanti adalah 9 %.

Demikian  halnya dalam sektor pendidikan, saat ini sudah dicanangkan wajib belajar duabelas tahun. Mengingat rata-rata tingkat pendidikan pekerja di Indonesia sangat rendah, dimana selama 2008-2012 pekerja tidak terdidik sangat mendominasi, yakni berkisar 67-72%, sementara pekerja dengan tingkat pendidikan lulusan perguruan tinggi masih dibawah 10%. Rendahnya tingkat pendidikan pekerja menunjukkan rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan pekerja, sehingga akan mempengaruhi produktivitas tenaga kerja Indonesia.  Selanjutnya, rendahnya produktivitas pekerja akan menyebabkan rendahnya nilai tambah ekonomi yang dihasilkan, sehingga secara nasional akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Menko Kesra mengingatkan,  bahwa  pada tahun 2015,  kita akan memasuki era baru, yaitu era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang penuh dengan peluang dan tantangan. Dalam era MEA nanti ada empat arus  bebas  yang tidak bisa dibendung yaitu:  arus bebas barang (free flow of goods), arus bebas investasi (free flow of investment), arus bebas badang jasa (free flow of services) , dan arus bebas tenaga kerja terampil/profesional (free flow of skilled labor).

Berkenaan dengan hal tersebut, jauh-jauh sebelumnya, pemerintah telah mengantisipasi, salah satunya  dengan penyediakan anggaran  20% dari APBN untuk bidang pendidikan. Tujuannya agar sumber daya manusia Indonesia terus meningkat.  Diharapkan  jika pendidikannya meningkat maka sektor pembangunan sosial, budaya, ekonomi, politik dan seterusnya juga akan mengalami kemajuan yang signifikan.

Enam Himbauan

Berkenaan dengan uraian tersebut di atas, kepada segenap jajaran pengurus MUI Pusat, daerah dan segenap peserta Rakernas Menko Kesra menghimbau:

  1. Mari kita bersama harus  menjaga kondisi keamanan dan kedamaian negara kita, terlebih pasca pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Semua pihak harus dapat menahan diri,  para elit partai dan tim sukses, semua pihak harus dapat memberi contoh yang baik kepada masyarakat, tidak perlu emosi dalam mensikapi hasil Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Sambil menunggu persidangan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi, hendaknya semua pihak tetap tenang agar lembaga dan proses hukum dapat berjalan dengan baik. Jika para elit senantiasa bersabar dan dapat menahan diri, Insya Allah seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah akan tetap damai dan tentram.
  2. MUI dan ormas-ormas di Indonesia untuk terus mendo’akan dan membantu menghentikan kekejaman bangsa Israel kepada bangsa  Palestina yang telah menyebabkan ratusan bahkan ribuan umat manusia, orang tua renta dan anak-anak tidak berdosa meninggal menjadi korban. Penyelesaian masalah Palestina akan mengurangi radikalisme di berbagai tempat. Langkah-langkah tersebut harus ditempuh untuk menciptakan perdamaian dunia dan terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat secara utuh. Kekejaman Israel terhadap warga Palestina harus segera diakhiri.
  3. Berkenaan dengan merebaknya isu yang masih hangat, yaitu hadirnya gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS),  Menko Kesra mengapresiasi MUI telah cepat merespon dan mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam atau WNI bergabung mengikuti gerakan  radikal ISIS, karena ini bertentangan dengan ajaran agama Islam, UUD 1945, Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai dasar dan falsafah Negara Indonesia. Hal ini bebarti sejalan dengan sikap pemerintah yang telah disampaikan melalui kementerian dan lembaga terkait seperti, Kementerian Agama, BNPT,  Kapolri  dan himbauan presiden melalui media diberbagai kesempatan. 
  4. Menko Kesra berharap MUI sebagai organisasi terkemuka, sebagai kumpulan para ulama, kyai tokoh agama harus dapat berperan aktif, turut membangun bangsa diberbagai sektor lainnya sejalan dengan pemerintah, sehingga posisinya selalu seiring,  MUI sebagai ulama dan pemerintah sebagai umaro. Termasuk di dalamnya meningkatkan kualitas pendidikan dari semua jenjang, sejak usia dini hingga perguruan tinggi.
  5. MUI secara internal dan ekternal hendaknya dapat terus menjaga menjadi lembaga yang kredibel, profesional dan independen dalam menyikapi berbagai isu-isu keagamaan yang muncul ke permukaan, sekaligus memberikan solusi yang tepat, mengingat MUI organisasi yang menjadi panutan umat.
  6. Tidak kalah penting, berkaitan dengan program kaderisasi ulama, meskipun terdapat ribuan pesantren dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia, sampai saat ini dirasa masih mengalami krisis kader ulama. Untuk itu perlu diupayakan secara terus menerus melakukan pengkaderan ulama, sehingga banyak kader-kader yang terlahir menjadi ulama-ulama yang memiliki kompetensi.(Gs).