Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 02, 2014

Jakarta, 2 September – Menko Kesra HR. Agung Laksono membuka secara resmi Konferensi Keluarga Indonesia (KKI) Tahun 2014, Senin (1/9/2014) malam di Bidakara, Jakarta.

Berikut Sambutan Menko Kesra HR. Agung Laksono disajikan secara utuh, semoga sambutan ini dapat dipahami, diselami sampai sejauhmana dampak dinamika penduduk Indonesia ini.(Gs).

SAMBUTAN MENTERI KOOORDINATOR

 BIDANG  KESEJAHTERAAN RAKYAT PADA ACARA

 KONFERENSI KELUARGA INDONESIA (KKI) TAHUN 2014            

 

Jakarta , 1 September 2014

 

Yang saya hormati,

Kepala BKKBN,

Ketua Pengurus Pusat Aisyiyah,

Ketua Badan Pekerja Harian Gereja Bethel Indonesia,

Para Pejabat Eselon I Kementerian / Lembaga,

Para Kepala Perwakilan BKKBN se-Indonesia, serta

Hadirin sekalian yang berbahagia,

 

Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Selamat malam, salam sejahtera bagi kita sekalian,

Pertama-tama, marilah kita selalu memanjatkan puji dan syukur  kehadlirat Allah SWT, Tuhan YME karena sampai saat ini kita masih dikaruniai kesehatan dan keselamatan sehingga kita dapat hadir bersama-sama dalam acara yang penting ini.

Malam hari ini saya sungguh merasa sangat berbahagia, karena dapat hadir dan ikut serta bersama Saudara-Saudara  pada acara ini. Acara pada malam hari ini masih dalam rangkaian kegiatan Hari Keluarga Nasional tahun 2014, yang akan menjadi komitmen kita bersama untuk mencarikan solusi bagi penyelesaian masalah kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang akan  mendukung upaya kita dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Saya sangat setuju, tema yang diambil dalam pertemuan ini adalah Selamatkan Keluarga, Selamatkan Bangsa ”. Tema ini singkat,  tetapi mengandung makna dan konsekuensi tanggung jawab yang besar yang harus kita laksanakan. Sebetulnya, fungsi keluarga sebagai bagian terkecil dari bangsa untuk mencapai kehidupan yang yang sehat dan sejahtera sudah dikemukakan oleh BKKBN dengan istilah 8 Fungsi Keluarga yang senada dengan fungsi keluarga seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 21 Tahun 1994, yaitu Keluarga mempunyai fungsi-fungsi : Keagamaan, Sosial Budaya, Sosialisasi dan Pendidikan, Ekonomi, Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi serta Pembinaan Lingkungan.

Jabaran dari masing-masing fungsi keluarga ini sangatlah baik dalam membina tatanan kehidupan berkeluarga. Pertanyaannya, mengapa kondisi keluarga kita sampai saat ini masih belum seperti yang kita harapkan? Dimana letak kesalahannya? Pertanyaan ini jangan dijawab dulu. Mulai besok pagi, selama dua hari banyak pakar pembinaan dan pembangunan keluarga yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

          Pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak saudara-saudara sekalian untuk sejenak mengamati perkembangan kependudukan yang terjadi di Negara kita. Kenapa masalah kependudukan ingin saya sampaikan pada malam hari ini? Permasalahan Pembangunan Keluarga yang akan kita bahas dalam pertemuan ini adalah bagian penting dari permasalahan dinamika penduduk yang tengah kita hadapi.

Dinamika penduduk yang mencakup perubahan jumlah, komposisi dan persebaran penduduk akan berdampak langsung dan tidak langsung terhadap pembangunan ekonomi, pasar kerja, distribusi pendapatan, kemiskinan dan perlindungan sosial. Dinamika penduduk akan mempengaruhi keberlanjutan lingkungan hidup, perubahan iklim, penyediaan air, keamanan pangan dan energi. Dinamika penduduk juga akan mempengaruhi kemampuan dan kapasitas kita dalam memastikan akses yang lebih baik pada pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial dan layanan dasar lainnya.

Dampak perubahan dinamika penduduk bersifat jangka panjang, sering kali kita tidak menyadari perubahan-perubahan penduduk yang terjadi akibat kelahiran, kematian, dan migrasi, sehingga aspek dinamika penduduk tersebut seringkali terabaikan di dalam perumusan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bagaimana agar ke depan penduduk lebih diperhatikan dan pembangunan yang berwawasan kependudukan dapat kita laksanakan.

Hadirin sekalian yang saya muliakan,

          Penduduk Indonesia dalam masa 25 tahun mendatang akan terus meningkat jumlahnya, walaupun program Keluarga Berencana dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil menurunkan tingkat fertilitas. Selain karena kelahiran, peningkatan jumlah penduduk juga disebabkan oleh meningkatnya usia harapan hidup, serta tingkat kematian yang mengalami penurunan. Meningkatnya usia harapan hidup masyarakat terutama karena peningkatan kesejahteraan masyarakat dan makin membaiknya akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Pada tahun 2035, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai jumlah 305,6 juta jiwa. Dengan keberhasilan penurunan tingkat fertilitas, diharapkan ke depan angka kelahiran dapat ditekan. Namun akibat peningkatan kelahiran dalam 5-10 tahun terakhir, akan menyebabkan jumlah penduduk usia produktif, yaitu usia 14-60 tahun akan mengalami peningkatan pada 10 – 15 tahun ke depan.

Jumlah penduduk usia produktif yang besar ini akan merupakan sumber yang potensial bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, apabila mereka mempunyai pendidikan dan ketrampilan yang memadai guna masuk dalam bursa kerja. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah, upaya pemerintah dalam menyiapkan dan menyediakan lapangan dan kesempatan kerja bagi meraka. Apabila kedua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka penduduk potensial yang jumlahnya besar tadi, akan menjadi beban keluarga dan Negara yang pada akhirnya akan menambah jumlah penduduk miskin yang ada di Negara kita. Permasalahan dan harapan di bidang kependudukan tadi memerlukan peran aktif kita semua, baik pemerintah, swasta dan LSOM serta berbagai pihak yang peduli akan permasalahan kependudukan di Negara ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Kerjasama kemitraan BKKBN dengan lintas sektor merupakan upaya strategis dalam usaha melembagakan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di setiap lini masyarakat. Kondisi ini sangat melembaga di masa-masa yang lalu sehingga program KB didukung oleh berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta, sehingga memperoleh hasil gemilang yang bahkan sangat dihargai oleh dunia.

Pada era desentralisasi, lingkungan strategis telah berubah. Kewenangan program KKBPK di daerah telah dilimpahkan kepada Pemda Kabupaten / Kota yang pada akhirnay berimbas pada nomenklatur kelembagaan program KKBPK, menjadi sangat variatif dan relatif belum menjadi prioritas Pemda Kabupaten/Kota, utamanya yang menyangkut dukungan anggaran kegiatan. Perubahan dimensi ini tentu saja, jangan menjadikan para pelaksana program KB di lini lapangan menjadi kendur. Bahkan sebaliknya, kondisi ini harus menjadi tantangan untuk meraih kembali kejayaan program KB seperti pada masa yang lalu.

Berpegang pada kejayaan program KB di masa yang lalu, dimana salah satunya adalah kuatnya dukungan dan partisipasi dari lintas sektor, kita harus tetap mampu mempertahankan mitra kerja potensial yang selalu setia mendukung pelaksanaan program KB selama ini, seperti TNI, POLRI, LSOM antara lain Muhammadiyah, Aisyiyah, Muslimat NU, BPH-GB, PKK dan lain-lainnya, yang selama ini setia dan tulus mendukung pelaksanaan program KB. Dukungan ini jangan sampai kendur, kalau perlu makin ditingkatkan sehingga kesuksesan program KB di masa yang lalu dapat kita raih kembali.

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Dalam upaya penyerasian kebijakan program, maka pengembangan jejaring kemitraan dengan kementerian/lembaga maupun dengan pemerintah daerah provinsi, kabupaten dan kota serta lembaga-lembaga non pemerintah, perhimpunan keagamaan, harus terus dibina dan ditingkatkan. Kendala yang dijumpai di lapangan seperti makin berkurangnya tenaga penyuluh KB dan ketiadaan kelembagaan KB di tingkat Kabupaten/Kota tidak boleh menjadikan penghalang bagi kesuksesan pelaksanaan program KB di masa-masa yang akan datang.

Akhirnya, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Konferensi Keluarga Indonesia (KKI) tahun 2014, saya buka secara resmi.

Semoga Allah SWT merestui upaya dan perjuangan kita.

Sekian dan terima kasih.

Wassalaamualaikum Wr.Wb.

Jakarta,  1 September  2014

Menteri Koordinator Bidang  Kesejahteraan Rakyat,

 

H.R. Agung Laksono